by

Gubernur Sulsel Sebut Hak Angket Bunuh Karakternya, Ini Tanggapan Ketua DPDR Susel

Ket. Foto: Nurdin Abdullah/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah kembali membuat statement yang mengatakan hak angket adalah pembunuhan karakter, saat memberikan sambutan dalam acara pembekalan Anggota Legislatif PKS periode 2019-2024 di Hotel Claro, Minggu (15/9/2019) kemarin.

“Pak Presiden (Presiden PKS -red), selama satu tahun kami menjabat, kami fokus menggenjot pembangunan di Sulsel, tetapi kami justru dihadiahi hak angket,” kata Nurdin Abdullah dihadapan Presiden PKS Sohibul Iman dan ratusan kader PKS.

‘FooterBanner’


“Hak angket itu tujuannya untuk pembunuhan karakter saja. Kita tidak apa-apa tapi terungkap hal-hal yang macam-macam,” sambung Nurdin Abdullah.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Sulsel M Roem mengatakan, tidak ada pihak yang bisa melarang anggota dewan melakukan kritik ke pemerintah dalam hal ini gubernur maupun wakil gubernur.

Baca Juga:  Sandiaga Ingin Gerindra Tetap Oposisi, Bagaimana Soal Jatah Menteri?

“Saya baca di medsos, media massa, tidak enak juga kalau gubernur bilang hak angket itu pembunuhan karakter. Siapakah yang dibunuh karakternya?,” kata politisi senior Partai Golkar itu saat rapat Badan Anggaran di Gedung DPRD Sulsel, Senin (16/9/2019).

Roem menambahkan bahwa pemerintah harusnya bersyukur karena seluruh Anggota DPRD Sulsel saat ini punya niat baik dalam menjalankan pemerintahan.

“Syukurlah anggota dewan di sini baik-baik semua. Jadi saya sampaikan bahwa tidak ada yang bisa melarang dewan untuk mengkritik pemerintah,” ujar Roem di hadapan Sekda Provinsi Sulsel Abd Hayat Gani. (Ib/Ip)

‘PostBanner’

Comment