by

Coretan Redaksi: KPK di Persimpangan Jalan?

Ket. Foto: gedung KPK/ist

Smartcitymakassar.com – POLEMIK resivi UU KPK terus menuai pro-kontra. Dalam sejarah sejak lahirnya lembaga anti rasuah tersebut, baru kali ini ketajaman serta keriuhan polemik tampak demikian mengharu-biru.

Bagaimana tidak, dalam waktu bersamaan beberapa pimpinan KPK kompak mengundurkan diri pasca terpilihnya komisioner baru. Alasanya pengunduran dirinya pun cukup menggetarkan; revisi UU KPK akan membunuh lembaga ini.

‘FooterBanner’


Benarkah demikian? Tergantung dari sudut mana kita berpihak dan pada titik mana kita berangkat dalam beropini.

Namun yang pasti, sejarah KPK memang seperti ‘anak prematur’ yang lahir dari rahim sebuah zaman yang centang perenang. Dengan demikian, dalam masa pertumbuhannya pun membutuhkan asupan yang bergizi baik serta pengawasan yang mendetail. Sedikit saja kita ‘salah asuh’ maka dia akan bertumbuh menjadi ‘monster’ yang tak mampu dikendalikan lagi.

Baca Juga:  Empat Pembobol Rumah di Biringkanaya Diringkus Polisi

Di sisi lain, KPK juga tumbuh -meminjam judul novel Pramudya Ananta Toer- merupakan “perempuan di sarang penyamun”. Sangar, keras namun ‘ngambekan’. Sedikit diusik saja, maka adegan ‘goro-goro’ pun timbul.

Jujur, kita masih sangat memerlukan KPK di tengah ‘pesta pora’ para koruptor di negeri ini. Namun KPK sekali waktu juga perlu bercermin’. Jangan-jangan lembaga ini juga telah mengidap semacam penyakit ‘waham kekuasaan’ atau setidaknya menjelma lembaga yang terpapar pepatah lama; muka buruk cermin yang dibelah. Wallahu alam. (MG)

‘PostBanner’

Comment