by

Kredit Macet RS Islam Faisal Jadi Pemicu Digoyangnya Direksi Bank Sulselbar

Ket. Foto: bank sulselbar/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Kisruh kredit macet membuat kursi direksi Bank Sulselbar digoyang. Direktur utama dan komisaris utama dicopot. Tingginya angka kredit macet dipicu pinjaman RS Islam Faisal. Pembayaran utang sebesar Rp100 miliar tak mulus.

Akibatnya, angka Non Performing Loan (NPL) Bank Sulselbar meningkat 100 persen. Selain itu, sejumlah sektor produktif yang dibiayai juga bermasalah. Seperti ekspor telur ikan terbang dan komoditas lainnya.

‘FooterBanner’


Namun dari sisi lain, Bank Sulselbar justru mampu mencatatkan kinerja moncer. Aset tumbuh 24,53 persen menjadi Rp25,6 triliun. Berkontribusi 17 persen dari total aset perbankan di Sulsel pada semester I 2019.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga atraktif. Mencapai 18,19 persen dari total DPK yang dihimpun perbankan di Sulsel. Yakni Rp18,02 trliun selama semester 1 2019. Lalu untuk kredit, tersalur Rp16,85 triliun.

Sayang, performa manis Bank Sulselbar di tangan Andi Muhammad Rahmat tak cukup kuat meyakinkan para pemegang saham dalam menilai kinerjanya. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menyebut pencopotan jabatan Dirut Bank Sulselbar merupakan keinginan mayoritas pemegang saham.

Selain itu tegas Nurdin, rekrutmen karyawan juga tidak transparan. Termasuk layanan IT target bank devisa tak ada progres signifikan.”Itu semua jadi atensi pemegang saham,” beber Nurdin usai RUPS Luar Biasa, di Four Point Hotel By Sheraton, Rabu, 4 September.

Baca Juga:  Kejutan Akhir Tahun dari Alfamidi, Beli Handuk Berhadiar Motor

Meski demikian, pada agenda yang dihadiri 32 kepala daerah di Sulsel dan Sulbar tersebut, tetap memberikan ruang bagi Andi Muhammad Rahmat untuk memberikan penjelasan ke depannya. “Jadi nanti kami panggil untuk membela diri. Kan belum final,” jelasnya.

Pada kesempatan itu pula, selain usulan pemberhentian Dirut. Juga diusulkan satu nama calon Komisaris Utama yang akan menggantikan Ellong Tjandra yang akan berakhir pada Januari 2020 mendatang. Sekretaris Provinsi Sulsel, Hayat Gani pun jadi satu-satunya calon Komisaris Utama yang diusulkan untuk mengikuti fit and proper test.

Kendati belum ada nama calon dirut yang baru, sejumlah spekulasi berkembang. Ada mantan pejabat di bank pelat merah BRI, yang akan masuk mengisi kekosongan direksi. Hanya saja Nurdin tak mau menyinggung hal itu. “Secepatnya akan kita panggil dan proses,” tambahnya. (Ar/MT)

‘PostBanner’

Comment