by

H. Iriyanto A. Baso Ence Calon Wali Kota Makassar 2020, Dari Pendekar Hukum ke Penggiat Seni

Keterangan Foto: Bakal calon Wali Kota Makassar Periode 2020-2025, Dr. H. Iriyanto A. Baso Ence, SH., MH

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sore tadi (3/9) di Warung Kopi Abba jalan Ade Irma Nasution berlangsung pertemuan antara salah satu bakal calon Wali Kota Makassar periode 2020-2025 dengan masyarakat Kecamatan Tallo.

“Tak kenal maka tak sayang. Tentu saja, dibutuhkan suatu proses untuk saling kenal. Agar kelak, apa yang dikenal itu menjadi sayang. Hari ini, kita kedatangan tamu istimewa. Salah satu bakal calon yang akan bertarung di Pilwalkot Makassar, Bapak Dr. H. Iriyanto A. Baso Ence, SH., MH,” urai pembawa acara membuka pertemuan itu.

‘FooterBanner’


Iriyanto A. Baso Ence atau akrab disapa “Anto” adalah advokad handal dan juga akademisi Doktor Hukum jebolan Universitas Padjajaran Bandung.

Kandidat Wali Kota Makassar yang satu ini, boleh dikata memiliki latar keilmuan yang cukup komplit. Selain sebagai akademisi sekaligus praktisi hukum, beliau juga adalah pebisnis sukses, aktivis mahasiswa, penggiat seni. Bahkan, dakwah juga dilakoninya.

Salah satu usahanya yang sukses, bergerak di bidang jasa travel haji dan umroh di bawah bendera Jazirah Iman. Sudah banyak warga yang berangkat haji secara gratis melalui travel tersebut. Menurut informasi, di tahun 2019 ini, sudah ada tujuh orang diberangkatkan secara gratis.

“Dengan nikmat rezki yang Allah berikan. Saya berangkatkan warga Makassar umroh secara gratis,” urainya.

BACA JUGA:  Rp.1,2 M Aliran Dana Suap Diatur Anak Nurdin Abdullah

Dari perspektif seni, calon Wali Kota ini memiliki rekam jejak yang bersinar. Penggiat seni di Dewan Kesenian Makassar, pemain teater, pemain musik, vokalis, pa’kacapi, pencipta lagu, pembaca puisi.

Dulu, di stasiun televisi lokal Makassar (Stasiun TV Ujung Pandang kala itu), ada sebuah acara anak-anak. Acara itu menampilkan sebuah boneka dengan sebutan – Wa’ Mappe.

Boneka inilah yang dimainkan oleh Anto. Berkat kepiawaian dalam jiwa seni, ia mampu membiayai sendiri sekolahnya kala itu.

Di sela-sela pertemuan, terungkap mengapa Anto ingin maju sebagai Wali Kota Makassar. Padahal dari sisi kehidupan sosial dan keilmuan, boleh dikata semuanya terpenuhi.

Ternyata, Anto ingin mengabdi dan berbuat baik. Berbuat baik untuk masyarakat dan lingkungan, memerlukan sebuah wadah. Wadah itu adalah kekuasaan. Tentu saja, kekuasaan yang diperoleh dengan niat dan cara yang benar.

“Ya, kekuasaan yang diperoleh dengan cara benar sesuai aturan hukum, ajaran agama, dan norma budaya yang kita anut,” bebernya.

Di penghujung acara, tak lupa Anto ingatkan kepada semuanya. “Jadi, jangki lupa nah, ‘Anto Cippe’ itu adalah saya,” guyonnya dengan dialek khas kota Makassar**(Rafa)

Comment