by

HS Dillon: Melejitnya Ekspor Pertanian Menjadi Kematian Bagi Para Mafia Pangan

Ket. Foto: HS Dillon/ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Pemerhati pertanian Harbrinderjit Singh (HS) Dillon sangat mengapresiasi kinerja sektor pertanian Indonesia. Dia mengungkapkan dengan meningkatnya angka ekspor yang terjadi selama kurang lebih lima tahun terakhir membuat bisnis di lingkaran mafia pangan terputus. Ini terjadi karena kebijakan dan program pemerintah yang ada memiliki dasar keberpihakan kepada petani.

“Untuk terus meningkatkan ekspor Indonesia, maka syarat utama yang dibutuhkan adalah kebijakan politik yang pro-petani Indonesia,” jelas Dillon di Jakarta, Selasa (27/8).

‘FooterBanner’


Berdasar hal tersebut, Dillon sangat mengapresiasi upaya dan kerja keras yang telah dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produksi melalu berbagai kebijakan dan program terobosan.

Menurut Dillon, upaya itu nyatanya juga mampu membawa produk Indonesia menembus pasar ekspor dunia.

Selain itu, kata Dillon, program dan kebijakan strategis ini juga berhasil memutus mata rantai mafia pangan yang selama ini menghambat lalu lintas pasar ekspor. Sebab, meningkatnya angka ekspor akan menjadi kabar buruk sekaligus hal yang tidak diinginkan oleh lingkaran mafia.

BACA JUGA:  Kado Manis Jelang HUT Sulsel: BPS Rilis Kesejahteraan Petani Naik di Triwulan II 2021

“Dengan begitu para mafia pangan jadi kehilangan pekerjaannya. Sebab pangan yang ada betul-betul digunakan untuk kepentingan rakyat dan ekonomi negara. Rasanya, mafia pangan tidak pernah ingin ini terjadi,” ujarnya.

Menurut Dillon, banyak kebijakan impor yang pernah dilakukan pemerintah Indonesia dulu merupakan ulah mafia pangan yang menghabiskan kebutuhan dalam negeri.

Suka atau tidak, diakui atau tidak, kenyataan di lapangan begitu banyak terjadi. Impor gara-gara mafia pangan terlalu menggurita Indonesia.

“Nah, dengan meningkatnya angka ekspor yang terjadi selama kurang lebih lima tahun terakhir membuat bisnis di lingkaran mafia pangan terputus. Para mafia pangan jadi kehilangan pekerjaannya. Sebab pangan yang ada betul-betul digunakan untuk kepentingan rakyat dan ekonomi negara,” pungkasnya. (Aan/IP)

Comment