by

Aktivis Mahasiswa: Unjuk Rasa Menentang Hak Angket Ini Bukan Atas Nama Rakyat Tapi Kepentingan Perseorangan

Ket. Foto: Agung/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Adanya golongan orang yang menentang adanya hak angket, mengundang beberapa orang untuk bereaksi. Salah satunya, seorang aktivis mahasiswa bernama Agung turut, berbicara.

Baca Juga:  Soal Khasmir, Ketegangan Pakistan dan India Makin Meruncing

“Aksi tersebut tidak mengatasnamakan rakyat melainkan untuk kepentingan perseorangan semata karena gerakan tersebut terkesan sangat mewah dan terakomodir”, kata Agung, ketika ditemui disalah satu warkop, Senin(19/08/2019).

‘FooterBanner’


Agung berpendapat, protes hak angket ini seperti di tunggangi atau di mobilisasi cukong-cukong, yang menerima proyek dari gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Menurut lulusan dari Universitas Timur Indonesia (UIT), massa aksi yang mendemo masalah hak angket, permintaannya tidak masuk diakal. Selain itu tuntutan pendemo begitu tidak objektif, karena melemahkan hak angket.

“Saya melihat spanduk dicetak rapih ingin meminta mengusut aset yang di miliki ketua pansus angket yaitu bapak kadir halid”, ungkapnya

Mantan Ketua BEM UIT tersebut menilai, sudah terlihat jelas, jika orang-orang yang datang di DPRD provinsi Sulsel, cuma mengganggu jalannya proses hak angket. Dia mempertanyakan, Apa coba hubungannya angket dengan aset pribadi ketua pansus yang menjadi tuntutan ya.

“Saya kira ini pak gubernur sudah mencoba segala macam cara untuk melemahkan pansus angket”, tuturnya.

Namun dia berharap, Pansus tidak gentar, sebab demi rakyat sejatinya. Tidak ada kepentingan ada di belakang pansus, dan akan setia mengawal pansus sampai keadilan terungkap di sulawesi selatan. (**ib)

‘PostBanner’

Comment