by

Aksi Unjuk Rasa di DPRD Sulsel Ditengarai Adalah Aksi Massa Bayaran

Ket. Foto: aksi unjuk rasa di DPRD/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Ratusan orang yang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sulsel ditengarai merupakan massa demo bayaran. Hal ini terungkap dari pengakuan seorang pengunjukrasa, EM, seorang juru parkir yang mengakui kalau dirinya ikut aksi karena dibayar sebanyak Rp.100 ribu.

Baca Juga:  Soal Khasmir, Ketegangan Pakistan dan India Makin Meruncing

“Iye betul itu, saya ikut demo di DPRD karena dibayar Rp.100 ribu”, kata EM.

‘FooterBanner’


Sementara itu pengakuan dari sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan diduga keras aktor pemasok dana untuk unjuk rasa tersebut adalah seorang berinisial T, sedangkan aktor lapangannya adalah beriniasial W, mantan tim suksel Nurdin Abdullah di Pilgub lalu.

Sebagaimana diinformasikan ada ratusan pengunjukrasa melakukan aksi demo di DPRD Sulsel. Mereka meneriakkan banyak tuntutan, salah satunya soal kinerja anggota DPRD dan hak angket. Penanggung jawab aksi, Asdar Akbar menuturkan, mestinya pemerintahan Nurdin Abdullah jangan diganggu. Katanya, berikan waktu untuk gubernur bekerja.

“Jadi kami tolak upaya pemakzulan. Sulsel harus bebas dari politikus kotor yang mementingkan diri sendiri dan golongan,” ujarnya.

Di samping aksi demo yang menolak pemakzulan, ada pula demo tandingan dari mahasiswa HMI di sekitar flayover yang mendukung Hak Angket Sulsel. Namun disayangkan aksi damai mahasiswa ini dihalau bahkan diusir oleh pendemo yang pendungkung Nurdin Abdullah. (IB/IP)

Berikut video pengejaran mahasiswa HMI

‘PostBanner’

Comment