by

Tingkatkan Kinerja dan Sumber Daya Manusia, Forum Fungsional LHK Sulawesi Selatan Gelar Seminar

Keterangan Foto: Kegiatan seminar lingkup LHK Sulawesi Selatan berlangsung di ruang Rapat Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Makassar (14/8)

Smartcitymakassar.com – Makassar. Forum Fungsional LHK Sulawesi Selatan melaksanakan seminar dalam rangka pengembangan dan peningkatan kapasitas pejabat fungsional lingkup LHK Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di ruang rapat Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Makassar, Rabu (14/8).

Seminar ini bertema “Litbang dan Peranannya dalam Meningkatkan Kapasitas Tenaga Fungsional Kementerian LHK Sul-Sel untuk Mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju”.

‘FooterBanner’


Pengambilan tema tersebut berdasarkan Tema HUT RI Ke 74 SDM Unggul Indonesia Maju yang harapannya dengan terlaksananya seminar ini dapat meningkatkan kapasitas SDM Indonesia sehingga dapat menjadi Negara yang Maju dan Unggul.

Ir. Turbani Munda, M.Hut pada dalam kesempatan ini mewakili Kepala Balai yang tidak sempat hadir membuka kegiatan tersebut dan memberikan sambutan kepada seluruh tenaga Fungsional se-Sulawesi Selatan yang hadir.

Beliau menyampaikan, “kegiatan Seminar Forum Fungsional ini, diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh Tenaga Fungsional LHK se-Sulwesi Selatan dan dalam seminar ini juga dapat menjadi media bertukar pengalaman sehingga meningkatkan kinerja dalam bertugas menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Selaku Ketua Forum Fungsional LHK Sulawesi Selatan Drs. Achmad Syihabi dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “Forum Fungsional LHK Sul-Sel mengapresiasi Balai Litbang menyelenggarakan Seminar Bulanan bagi para fungsional yang ke-2 pada tahun 2019. Yang lebih menarik seminar kali ini temanya mengacu pada tema nasional Peringatan 17 Agustus 2019, yaitu SDM Unggul Indonesia Maju yang dapat mendorong para fungsional LHK Sulsel agar terus membangun kerjasama dan sinergi dengan para pejabat struktural dan para fungsional umum sehingga meningkatkan Kinerja UPT/instansi nya masing-masing.”

“Mengapresiasi kepada para fungsional yang bisa hadir yang kira-kira 140 orang kurang lebih yang berasal dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK), Pinrang, Jeneponto, KPH dari Soppeng, Barru, Bulukumba dan Maros. Berharap para pemateri dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi peserta seminar, terutama kisah sukses salah satu pemateri pada Seminar ini adalah Penerima Penghargaan Kalpataru 2019 oleh Penyuluh Kehutanan dari CDK VII Jeneponto, Baso Situju,” tambah Achmad Syihabi.

Pada seminar ini terdapat 3 Pemateri, dan pemapar yang pertama disampaikan oleh Tenaga Fungsional BP2LHK Makassar yaitu Nur Asmadi (Teknisi Litkayasa Penyelia) dengan judul materi “Manajemen Kesehatan Anoa”. Anoa adalah satwa endemik yang hanya terdapat di Pulau Sulawesi, Anoa ini sudah termasuk salah satu dari 25 satwa yang menjadi prioritas konservasi yang dilindungi dan sudah terancam punah.

Terdapat beberapa hal penting yang disampaikan Nur Asmadi dalam aspek kesehatan/Kesejahteraan:(1)Bebas dari haus dan lapar (2)Bebas dari rasa ketidaknyamanan/ tersiksa secara fisik (3)Bebas dari rasa sakit, cidera dan penyakit (4)Bebas dari Ketakutan dan tertekan (5)Bebas untuk mengekspresikan perilaku alamiah.

Baca Juga:  Pengurus KKB Kota Bontang Audiensi Bupati Bulukumba dan Ketum DPP KKB, Ini yang Dibahas

Untuk jenis penyakit yang biasanya menyerang Anoa yaitu dari jenis: parasit, bakteri, virus, traumatik hingga malnutrisi.

“Dalam rangka menjaga kesehatan Anoa, maka perlu dilakukan: Pertama, pengobatan anti parasit ekto dan endo. Kedua, pemberian vitamin tambahan. Ketiga, pemeriksaan morfologis dan fisiologis rutin. Keempat, penyemprotan desinfektan pada kandang Anoa,” ujar Asmadi.

Pemapar Kedua adalah Baso Situju SP, M.Si, penerima Penghargaan Kalpataru Tingkat Nasional Kategori Pengabdi Lingkungan Tahun 2019 yang diberikan oleh Dirjen PSKL atas persetujuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc dan Baso juga menerima penghargaan trophy Kalpataru oleh Wakil Presiden Republik Indonesia H. M Jusuf Kalla.

Baso Situju yang kerap disapa Baso, melakukan penyuluhan dan pendampingan di Hutan Rakyat seluas 109,3 ha. Dengan kegigihan yang terus menerus untuk membangun kesadaran masyarakat agar mau menanam pohon dan menghentikan praktik ladang berpindah dengan membakar.

Tugas utama Baso sebagai penyuluh adalah mendampingi KTH (Kelompok Tani Hutan) dalam kelola kelembagaan, kelola kawasan, dan kelola usaha. Keberhasilan Baso melakukan penyuluhan ditandai dengan meningkatnya tutupan lahan di Desa Marayoka dari 20% menjadi 70% dalam kurun waktu 18 Tahun telah tertanam 370.595 Pohon beringin, mahogani dan trembesi dengan diameter rata-rata 50-100cm. berkat Baso Situju dengan hasil kerja kerasnya kini Desa Marayoka menjadi Desa Mandiri Pangan.

Pemapar ketiga yaitu Marwan, S.pd guru Pertama SMK Kehutanan Negeri Kehutanan Makassar yang memaparkan metode/strategi belajarnya yang sangat efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik khususnya dalam bidang studi matematika yang kadang menjadi momok yang menyeramkan bagi peserta didik.

Strateginya diberi Nama REG, yang merupakan singkatan dari Resume, Energizer, Gakum. Menurut Marwan, identifikasi masalahnya yaitu: konsentrasi dalam belajar, ngantuk, kurang bersemangat, membicarakan hal lain di kelas, terlambat masuk kelas, kurang teratur, kelas yang kotor, tidak membawa buku tulis, dan buku paket yang tersimpan di perpustakaan.

Terkait konsentrasi dalam belajar matematika, siswa yang merupakan keinginan untuk memusatkan perhatian dalam mengamati, mencoba, membaca, menalar ilmu matematika. Ini artinya, konsentrasi belajar peserta didik dapat dilihat ketika terjadi perubahan perilaku peserta didik terhadap pelajaran matematika.

Sebagai penutup Ir. Turbani Munda menyampaikan bahwa, “semoga kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan dapat meningkatkan kinerja kita sehingga UPT Kita, Instansi kita dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya**(Jen)

‘PostBanner’

Comment