by

Kepala SMAN 1 dan Kepala SMAN 5 Makassar Dicopot, Ada Apa?

Ket. Foto: Irman Yasin Limpo/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 dan Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Makassar mendadak dicopot oleh Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo.

Menurut Kadis Irman yang akrab disapa None ini, pencopotan keduanya didasarkan dari hasil temuan koordinator Pengawasan Pendidikan Sulsel jika di dua sekolah tersebut terjadi pungutan liar (pungli).

“Awalnya indikasi pungli di kedua sekolah tersebut diterima dari laporan masyarakat.

Seperti di SMAN 1 misalnya. Ditemukan jika belasan siswa pindahan dibebani pembayaran hingga jutaan rupiah”, ujar None, Rabu (14/8/2019).

None pun melakukan sidak ke sana beberapa hari lalu. Ia meminta kordinator pengawas turun melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

“Malah, Tim Saber Pungli Polda Sulsel dan Inspektorat Sulsel juga sudah turun ke sekolah tersebut dan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT)”, paparnya.

Sementara untuk persoalan di SMA 5, None menerima sejumlah laporan. Di antaranya, siswa dibebankan pembelian sejumlah kelengkapan ruang belajar (kelas) seperti pembelian sapu, kipas angin, jam dinding, replika banser merah putih, hingga foto Presiden RI Joko Widodo.

Sudah dua hari ini, None melakukan inspeksi mendadak di sejumlah sekolah. Di hari pertama ia menyasar SMA 5 dan SMA 1 Makassar. Sedangkan di hari kedua, sidak di SMA 12, SMA 14, SMA 8, dan SMA 3 Makassar.

Baca Juga:  Beranjak dari Mimpi Kamaluddin, Lahirkan Adiwiyata dan Sekolah Sehat Bermutu Nasional

“Ini sebagai bentuk komitmen dalam mencegah tindak pungutan liar, dan aktivitas yang tak disiplin di sekolah. Makanya kami melakukan sidak ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, tambah None, juga menanggapi pernyataan gubernur Sulsel terkait ketegasan untuk copot kepala sekolah yang banyak dikeluhkan para siswa.

Gubernur HM Nurdin Abdullah secara tegas mengatakan, pungutan liar untuk pendidikan sangat tidak dibenarkan.

“Pokoknya siapa pun, bukan cuma SMA 1 (Makassar) saja. Siapa pun sekolah yang melakukan pemungutan saya akan copot,” kata Nurdin.

Ia mengaku, dalam waktu dekat mengumpulkan semua kepala sekolah. Mereka akan discreening (saring) karena selama ini selalu membuat aturan tersendiri di sekolah bersama komite.

“Masak bikin aturan sendiri. Harusnya kepala sekolah punya hati. Masa’ mau terima rapor harus bayar. Mau ambil ijazah harus bayar, gila nggak? Kepala sekolah yang seperti ini tidak baik. Siapa yang bisa audit itu? Kalau masih ada yang mungut-mungut, itu saya langsung cabut,” ujar None.

None juga cukup berang ketika dikonfirmasi mengenai adanya beban para pelajar di SMA 5 Makassar membeli foto Jokowi. Dia pun menginstruksikan kadisdik untuk langsung mencopot kepseknya.

“Tidak usah minta petunjuk gubernur. Langsung copot saja,” tegasnya. (AR/IP)

‘PostBanner’/

Comment