by

Jelang Rekomendasi, Anggota Pansus Angket DPRD Sulsel: Dari 20 Anggota, Wajar Kalau Ada 2 yang Beda

Ket. Foto: sidang pansus hak angket dprd sulsel/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Jelang keputusan rekomendasi Hak Angket Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel oleh DPRD Sulsel, salah satu anggota pansus Fachruddin Rangga menanggapi soal kemungkinan perbedaan pandangan dalam merumuskan rekomendasi hasil pemeriksaan.

“Wajar saja, dua anggota Pansus Hak Angket dalam persidangan, memang selalu berbeda pandangan dengan 18 anggota Pansus lainnya. Kedua anggota Pansus Hak Angket itu merupakan utusan fraksi dari parpol pengusung Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman di Pilgub Sulsel 2018 lalu. Yakni Ariady Arsal dari PKS dan Alimuddin dari PDIP, jelas Fachrudin Rangga, Rabu (14/8/2019).

Rangga menjelaskan, rekomendasi yang keluar nanti, adalah hasil kajian dari masing-masing anggota Pansus atas hasil pemeriksaan. Akan tetapi, rekomendasi itu, sifatnya menjadi kesepakatan bersama seluruh anggota Pansus.

“Kalau ada satu atau dua orang yang memberikan rekomendasi untuk melemahkan, itukan tidak mungkin. Kesepakatan kita adalah, bagaimana menguatkan sebagaimana dokumen awal kami yang diperkuat dengan bukti-bukti dalam persidangan,” sambungnya.

Baca Juga:  Jelang Keputusan Angket DPRD Sulsel, Guru Besar Hukum Unhas: Bisa Sampai Pemakzulan

Olehnya, kata Rangga, jika nantinya tidak ada titik temu, bisa berujung voting.

“Karena dalam perumusan rekomendasi ini, tentu kita punya pandangan pengambilan keputusan. Kalau memang tidak bisa, ya kita voting. Ada yang terima ada yang tidak, bisa voting. Itu misalnya yah, kalau ada anggota Pansus yang mencoba melemahkan apa yang sudah dirumuskan,” jelasnya.

“Diterima atau tidak diterima, voting saja. Tapikan tidak mungkin. Kalau misalnya dua orang yang melemahkan, tidak mungkin. Karena tujuannya adalah, bagaimana menguatkan apa yang menjadi praduga awal kita,” pungkasnya. (IB/IP)

‘PostBanner’/

Comment