by

Wawancara Eksklusif, Mulawarman: Kritik Saya Ada Data dan Fakta

Ket. Foto: Mulawarman/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Sosok Mulawarman dalam beberapa bulan terakhir menjadi sorotan. Mantan aktivis mahasiswa dan jurnalis senior ini konsisten melontarkan kritik pedasnya terhadap sejumlah kebijakan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah.

Bagi Mul, begitu sapaan akrabnya, berpolemik dengan sejumlah pejabat di Sulsel bukan yang baru. Dulu, ketika masih aktif sebagai jurnalis sebuah harian, Mul pernah menjadi ‘sparring partner’ Zainal Basri Palaguna, Gubernur Sulsel kala itu. Tulisan di medianya terkait kebijakan Palaguna soal pemakaian mobil Mitsubishi Pajero buat kalangan pejabat dinilai sangat keras. Tak hanya itu, Mul juga menyoroti sistem pendidikan di Sulsel.

‘FooterBanner’


Berbagai sepak terjang Mul sebagai jurnalis kerap membuat sejumlah pejabat alergi dan sungkan bertemu dengannya. Tapi, Mul pantang mundur. Dia tetap konsisten dengan gaya dan karakternya dalam membuat berita. Pun, ketika dia memutuskan hijrah dan bergabung di redaksi Jakarta. Mul tetap konsisten dengan berita sorotan terhadap pembangunan di Sulsel.

“Saya melakukan hal ini sebagai bukti kecintaan terhadap Sulsel. Ada sejumlah orang yang salah menilai saya. Selama ini, saya melontarkan kritik baik dalam berita atau komentar berdasarkan data dan fakta,” tegas Mul.

Itulah mengapa, Mul menegaskan tidak akan pernah berhenti menyoroti pembangunan di Sulsel. Kepada smartcitymakassar.com (SC), Mulawarman melontarkan pandangan dan unek-unek terkait sorotan terhadap dirinya

Berikut petikan wawancara eksklusifnya dengan SC:

SC: Anda dinilai punya ‘misi terselubung’ dalam melontarkan berbagai kritik, khususnya di Sulsel. Sebenarnya apa motivasi Anda?

Mulawarman: Motivasi saya sederhana. Saya justru hanya ingin mengingatkan pejabat yang justru saya kenal baik dan baik ke saya. Contohnya, Pak Palaguna. Beliau sangat baik ke saya. Tetapi ketika beliau membuat kebijakan soal mobil mewah yang menyentuh rasa ketidakadilan rakyat Sulsel, saya langsung melakukan kritik dalam bentuk berita di media saya saat itu. Dan anda harus tahu, penyuplai mobil mewah itu (Mitsubishi) adalah Bosowa Grup yang dimiliki oleh Aksa Mahmud yang sudah saya anggap guru sekaligus kakak.

Saat itu, memang ada sejumlah kolega yang menyarankan saya berhenti menulis. Tapi, ada juga yang memberi semangat ke saya plus data yang valid. Saat itu, hampir tiap hari saya medapat kiriman yang isinya berkas data-data tentang kesalahan Pak Palaguna.

BACA JUGA:  Breaking News! (VIDEO) Bentrok Dua Ormas di Depan PCNU Surakarta

Saat itu, banyak pejabat yang kompak memusuhi saya. Tapi, saya bergeming. Karena niat saya baik, ingin menegur teman yang khilaf. Belakangan, sejalan dengan beriringnya waktu, kami menjadi sahabat yang kental.

SC: Ada anggapan Anda ‘menelan’ mentah-mentah data yang diterima. Dan langsung melontarkan kritik setelah itu?

Mulawarman: Itu salah besar. Memang saya banyak mendapat kiriman data. Apalagi saat ini terkait dengan kebijakan Gubernur Nurdin Abdullah. Banyak data yang masuk ke HP saya. Tapi, saya tegaskan, tidak semuanya saya percaya. Sebelum melontarkan kritik saya cari tahu dulu kebenarannya. Saya pernah lama bergelut dengan dunia jurnalis. Dimana harus ada keseimbangan data dalam membuat berita. Saya juga tahu konsekuensi hukum yang harus saya hadapi bila melontarkan kritik yang salah.

SC: Menurut Anda, apa yang harus dilakukan Gubernur Sulsel agar tidak selalu menjadi sasaran kritik?

Mulawarman: Intinya, keterbukaan dan kejujuran. Kalau kritik saya dinilai salah dan tendensius, tunjukkan kesalahannya dimana? Sebaliknya juga begitu, saya siap buka-bukaan dengan Nurdin Abdullah soal sikap saya. Nurdin Abdullah dan saya sudah lama berkenal baik. Jauh sebelum beliau menjadi Bupati Bantaeng. Kritik keras yang saya lontarkan selama ini justru ingin mengingatkannya bahwa dia sedikit melenceng dalam membuat kebijakan. Saya akan terus melakukan hal ini karena saya tahu, Nurdin Abdullah adalah orang yang baik.

Saya berharap, dalam membuat kebijakan, Nurdin Abdullah harus berdasarkan prinsip saling menghargai. Ingat bawahan juga adalah manusia yang punya keluarga. Jangan permalukan bawahan secara langsung di depan umum tanpa lebih dulu ada pembuktian secara hukum. Yang saya ketahui, tidak ada teori kepemimpinan yang mengatakan permalukan bawahanmu jika ingin membuatnya jera. (IB/AB)

‘PostBanner’

Comment