by

Mantan Bek PSM: Lupakan Euforia Piala Indonesia, Saat Ini PSM Harus Fokus ke Liga 1

Ket. Foto: sesi latihan PSM/ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Lupakan euforia juara Piala Indonesia 2019. Kini, saatnya fokus ke Liga 1 2019. Karena sejatinya, penampilan Juku Eja di kasta tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia ini belum konsisten. Malah pada dua laga terakhir, skuat Darije Kalezic menelan kekalahan beruntun.

Masing-masing takluk ditangan Bali United 0-1 (1/8) dan ditekuk Borneo FC 0-2 (10/8). Jadi, tidak ada jalan lain, PSM wajib memaksimalkan dua laga kandang beruntun di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin. Yakni menjamu Barito Putera (14/8) dan Persib Bandung (18/8).

Menurut eks bek PSM, Faisal Maricar, Barito dan Persib jelas bukan yang lawan mudah buat dikalahkan. “Secara teknis dan materi pemain, dua klub ini tidak dibawah PSM. Artinya mereka punya potensi meraih poin di Makassar,” ujar Faisal yang membawa PSM juara Piala Perserikatan 1992 ini.

Itulah mengapa Faisal berharap Darije Kalezic sebagai pelatih kepala PSM, secepatnya mendapatkan solusi buat skuatnya. Khususnya saat menjamu Barito. “Pertandingan nanti ibarat final yang harus dimenangkan. Kalau sampai gagal, bisa jadi PSM kian terpuruk,” kata Faisal.

Baca Juga:  Sekda Muh. Ansar Terima Kunjungan Ombudsman Makassar

Faisal merujuk kekalahan PSM dari Borneo. Lepas dari faktor kelelahan, pada pertandingan itu, PSM bermasalah pada bek kiri dan stoper. “Lihat gol pertama Borneo, bek kiri dan stoper tidak melakukan koordinasi yang baik,” papar Faisal.

Begitu pun di lini depan. Sepanjang 90 menit, PSM sangat minim dalam melakukan variasi serangan. Itulah mengapa, Faisal berharap ada rotasi pemain di sektor ini. Misalnya, memainkan Bayu Gatra sejak menit awal. “Kalau di lini belakang, PSM bisa berharap banyak dengan kembali Beny Wahyudi dan Aaron Evans. Begitu pun dengan Wiljan Pluim. PSM butuh perannya untuk mengatur irama permainan,” papar Faisal.

Hal senada dikatakan Andi Coklat, pentolan suporter PSM. “Apa yang terjadi di PSM saat ini ibarat ‘bom waktu’. Juara Piala Indonesia memang perlu diapresiasi. Tapi, jangan sampai kita jadi terlena di Liga 1,” tegas Coklat. (AR/AB)

‘PostBanner’/

Comment