by

(Opini) Dari ‘Sipakatau’ yang Terlupakan dan Hasil Angket yang Ditunggu Masyarakat Sulsel

Ket. Foto: Muh. Saifullah/ist

Smartcitymakassar.com – BERDASARKAN video wawancara Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah oleh salah satu media online, mantan bupati Bantaeng 2 periode tersebut terlihat mencoba kembali menjelaskan tentang hak angket DPRD Sulsel yang kini menjelang keputusan akhirnya.

Ada dua hal yang digaris bawahi dari wawancara tersebut yakni pengakuan Gubernur soal KKN itu fitnah dan adanya uang besar dibalik yang ingin menjatuhkan dirinya saat ini.

‘FooterBanner’


Soal KKN yang kata Gubernur fitnah, sebenarnya sangat bertolak belakang dengan kesaksian beberapa terperiksa lainnya saat sidang. Olehnya nanti akan terlihat dari hasil keputusan angket. Pansus pastinya akan berdasarkan bukti dan fakta untuk akhirnya memutuskan rekomendasinya. Bukan berdasarkan keterangan satu pihak semata.

Boleh saja kubu Nurdin Abdullah menganggap apa yang dilakukan gubernur saat ini dalam rangka aksi bersih-bersih dari kelompok kelompok yang ingin menguasai proyek proyek selama ini di Sulsel. Tapi pansus juga tentunya akan mendalami juga pengakuan pengakuan lainnya, yang ternyata diduga ada makelar proyek dari eks tim sukses Gubernur yang kini menjadi wakil ketua III PKK Sulsel. Adanya 17 paket yang sudah diberikan kekeluarga Gubernur, dan lainnya yang berindikasi KKN.

Sedangkan pernyataan Gubernur soal adanya uang besar dibalik yang ingin menjatuhkan dirinya, sangat disayangkan. Melempar isu bisa saja dianggap menuding dan menimbulkan kegaduhan baru. Level Gubernur apalagi statement di media sangat tidak pantas berbicara berdasarkan isu.

BACA JUGA:  Rumor Keterlibatan Luhut, Andre Rosiade ke Erick Thohir: Bereskan KCN dan KBN, Gerindra Siap Membackup Bapak

Apalagi budaya Sulsel yang dikenal dengan ‘sipakatau’. Bukan hanya kali ini, diketahui Gubernur sebelumnya juga sempat mencopot beberapa bawahannya dan berbicara di media menyebut penghianat, duri dalam daging, indikasi gratifikasi, rekomendasi KPK, dan itu semua sama saja mempermalukan orang dan jauh dari adat ‘sipakatau’.

Dan dari terlupakannya ‘sipakatau’ ini, menjadi dasar gaduhnya Sulsel saat ini dan akhirnya berkembang menjadi 5 dasar bergulirnya hak angket. Kegaduhan Sulsel saat ini, seperti kata pepatah ‘Kalau ada asap pasti ada api’.

Olehnya, hasil dari hak angket memang sangat ditunggu oleh masyarakat khususnya Sulsel. Dari dua versi pengakuan selama ini akan didalami oleh pansus hak angket, dan diharapkan akan mengungkap siapa sebenarnya yang bohong selama ini.

Seperti diketahui, ada 5 dasar sehingga hak angket tersebut bergulir, Yakni, pertama Kontroversi SK Wagub tentang pelantikan 193 pejabat, kedua manajemen PNS dalam lingkup Pemprov Sulsel. Selanjutnya ketiga dugaan KKN dalam penempatan jabatan tertentu. Keempat pencopotan pejabat pimpinan tinggi pratama. Dan kelima masih minimnya serapan APBD Provinsi tahun anggaran 2019. (*)

(*Penulis adalah Pengamat Politik dan Kebijakan Publik)

‘PostBanner’

Comment