by

Hingga Kini, Belum Ada Laporan ke Polisi dari Pihak Gubernur Sulsel ke Jumras

Ket. Foto: Jumras/Ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Terkait ancaman dari Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah agar Jumras meminta maaf dan kalau tidak bakal dilaporkan ke kepolisian, hingga saat ini belum ada berita terkait hal tersebut, padahal sudah melewati tenggat waktu yang diultimatumkan NA.

“Apalagi soal rekanan. Ngga ada sama sekali, bohong itu, bohong besar. Saya akan penjarakan dia (Jumras) kalau tak hentikan itu. Saya minta 2×24 jam dia tidak minta maaf, saya akan laporkan,” kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Rabu (10/7/2019) lalu saat ditanya wartawan tentang pernyataan Jumras saat menghadiri sidang hak angket DPRD Sulsel.

Diketahui Jumras adalah mantan kepala dinas bina marga sulsel. Jumras pada sidang hak angket menjelaskan bahwa ada dua orang pengusaha bernama Angguk dan Fery. Dua pengusaha itu meminta proyek kepada dirinya.

“Saat Angguk dan Fery datang minta proyek, saya tidak langsung berikan. Di situ Angguk bercerita, bahwa dirinya telah menyetorkan uang sebesar Rp 10 miliar untuk memenangkan Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel,” ungkap Jumras, di hadapan sidang hak angket, di Gedung Tower lantai 8, Gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Senin (8/7/2019) lalu.

Tak hanya itu, selanjutnya pada sidang yang berlangsung tertutup, Jumras bahkan mengakui sudah diberikan 17 paket proyek penunjukan langsung ke keluarga Nurdin Abdullah. Adapun 17 Paket Proyek Penunjukan Langsung (PL) itu, 5 Paket PL untuk anak mantu Nurdin Abdullah yang bernama Mirza, 5 Paket Pl untuk Taufik Fachruddin adik ipar Nurdin Abdullah, dan 7 Paket Pl untuk 2 adik Nurdin Abdullah yg bernama Mega dan Rilman.

Baca Juga:  Sudah Bisa Diunggah di Aplikasi Play Store, Inovasi Website Balitbangda Pangkep Tuai Pujian dari Ketua DPRD Pangkep

Tanggapi Ancaman Gubernur Sulsel

Menanggapi ancaman Nurdin Abdullah, Jumras pun menegaskan siap menghadapi Gubernur Sulsel dipengadilan. Katanya, biar dipersidangan lebih terbuka jelas semuanya.

Namun, saat ditanya ulang kapan melaporkan Jumras, Gubernur Sulsel menjawab tunggu saja.

“Tunggu saja, jadi kalau saya sih tidak masalah, keluarga besar saya yang komplain, dan tentu ini harus diselesaikan.” kata Nurdin Abdullah, Kamis (11/07/2019).

Nurdin Abdullah kemudian menegaskan, yang akan melapor Jumras ke pihak yang berwajib bukan dirinya langsung tapi keluarganya.

“Saya sudah menyatakan bahwa itu sebenarnya tidak benar ya, makanya biarlah, keluarga yang akan melaporkan. Bukan saya” tegasnya

Sebagai informasi, hingga saat ini, Sabtu (13/7/2019), laporan pihak Nurdin Abdullah belum terdengar.

Justru kemarin, Jumat (12/7/2019), Nurdin Abdullah yang telah dilaporkan oleh Koalisi Aktivis Makassar (KAM), terkait dugaan penyalahgunaan anggaran Pemerintahan Provinsi Sulsel tahun anggaran 2018-2019, ke pihak kepolisian daerah Sulsel.

Laporan tersebut menyertakan beberapa catatan dugaan penyalahgunaan anggaran yang total senilai Rp 748 juta. KAM juga meminta polisi menindaklanjuti soal 17 paket proyek yang disebut Jumras, yang telah diberikan kepada keluarga dekat Gubernur Sulsel. (IB/IP)

‘PostBanner’/

Comment