by

Kuasa Hukum Mantan Ketua PWI Sulsel Sebut Tuntutan Jaksa Tidak Terbukti

Ket. Foto: Ilustrasi persidangan/Ist

Smarcitymakassar.com – Makassar. Tim kuasa hukum Mantan Ketua PWI Sulsel, Muhammad Faisal Silenang dan Ridwan Jhoni silih berganti membacakan pledoi terdakwa Zulkifli Gani Otto di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (11/7/2019) kemarin.

Dalam pledoi tersebut, kedua tim kuasa hukum itu menyatakan uraian tuntutan jaksa penuntut umum, Rachmat atas kasus dugaan korupsi komersialisasi Gedung PWI Sulsel, seluruhnnya tidak terbukti.

‘FooterBanner’


Lebih detil dijelaskan penasihat hukum, Jaksa Penuntut Umum sudah mengakui sendiri bahwa dakwaan primair beserta uraiannya tidak terbukti. Namun jaksa justru menggunakan uraian yang tidak terbukti tersebut dalam dakwaan subsidair.

“Saudara jaksa penuntut umum sudah menyatakan dakwaan tidak terbukti, sementara dakwaan subsidair terbukti, dimana uraian kedua dakwaan jaksa penuntut umum tersebut kami anggap sama,” kata Faisal Silenang di hadapan majelis hakim.

Faisal Silenang kembali menjelaskan persoalan tersebut dengan sebuah analogi. “Kalau dalam dakwaan primair menyatakan begini; Saya tuduh kamu mencuri ternyata dia tidak bisa buktikan tapi uraian itu sama dalam dakwaan subsidair mengatakan dia (terbukti) mencuri, apa dasarmu?,” kata Faisal Silenang.

Baca Juga:  Peduli, Andi Etti Jenguk Mantan Ketua WPP yang Sakit

“Kecuali dia misalnya, kata-katanya (uraiannya-red) lain. Dia mencuri dengan cara melompati pagar diprimair, sementara di dakwaan subsidair dia mengatakan dia mencuri hanya dengan membuka pintu pagar. Nah itu lain cerita,” tambah dia.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Zulkifli dengan 4 tahun 6 bulan penjara usai dianggap melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001.

Undang-undang tersebut tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*AR/IP)

‘PostBanner’

Comment