by

Nurdin Abdullah vs Jumras, Kini Berimbas ke Akbar Hendra vs Mulawarman

Ket. Foto: Akbar Hendra/Ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Polemik antara Jumras, mantan Kepala Dinas Marga dan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tampaknya semakin berkembang.

Salah satu anggota DPRD Maros Akbar Hendra mengungkapkan kegaduhan tersebut, tak lain akibat pernyataan Mulawarman (wartawan senior) yang menebar caci maki dan tudingan kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Akbar menganggap bahwa kritik Mulawarman bukan memperjuangkan nilai-nilai idealisme untuk memperbaiki Sulsel.

Bahkan Akbar menyebutkan Mulawarman termasuk barisan sakit hati. Hal tersebut karena Jumras yang dipecat Gubernur Nurdin Abdullah dari Jabatan Kepala Biro adalah saudara Ipar Mulawarman.

“Jadi Mulawarman membela kepentingan saudaranya. Jadi sudahilah omong kosong itu,” kata Akbar.

Ket. Foto: Mulawarman/Ist

Pernyataan Akbar ini, langsung ditanggapi Mulawarman. Ia mengatakan, Akbar Endra belakangan ini, setelah kalah di Pileg, memang sepertinya mengalamai disorientasi.

“Mungkin Akbar lagi cari panggung agar ada yang menawarinya kerjaan atau sedang melamar kerjaan. Dan sebagai senior saya akan sarankan ke Akbar untuk melamar menjadi Staf Ahli Gubernur Sulsel,” kata Mulawarman.

Mulawarman mengaku tidak pernah menutupi hubungan keluarganya dengan Jumras, ada beberapa media sudah mengungkapkan hubungan keluarga saya dengan Jumras itu.

“Saya tidak bisa jamin Ipar saya Jumras bersih, tetapi dalam kasus pencopotannya ini, saya jamin Jumras berada dipihak yg benar. Apalagi bukan hanya Jumras, tetapi ada Hatta, ada Lutfie dan ada yg lainnya dicopot dengan cara dipermalukan lebih dulu ke publik, baru kemudian dicopot. Sama persis yg dialami Jumras ipar saya,” kata Mulawarman.

Baca Juga:  Sudah Bisa Diunggah di Aplikasi Play Store, Inovasi Website Balitbangda Pangkep Tuai Pujian dari Ketua DPRD Pangkep

Mulawarman juga menceritakan, bahwa hampir semua Gubernur dan Rektor Unhas pernah dikritiknya. Prof Amirudin soal Stadion Mattoangin misalnya. Tetapi yang paling heboh adalah kritik Mulawarman pada kebijakan Gubernur Sulsel Zainal Basri Palaguna yg mengadakan mobil mewah Pajero untuk jadi kendaraan dinas para Bupati dan Walikota di Sulsel.

Selanjutnya, Akbar kembali menanggapi jawaban Mulawarman. Akbar mengatakan sama sekali tak punya bakat jadi Staf Ahli Gubernur dan itu tidak mungkin.

“Kalau dituding mencari panggung, Kak Mul sepertinya “menepuk air di dulang terpercik muka sendiri!” Saya tak perlu panggung lagi. Kalau, Mulawarman, dia tak bisa hidup sebagai penonton. Dia selalu mau jadi aktor antagonis. Lihai merusak orang,” kata Akbar.

Akbar Endra kemudian mengungkapkan bahwa anggaplah Mulawarman ini sedang menghibur kita dengan dagelan topeng. Kata Akbar, Mulawarman menjadi pengamat sosial politik dadakan, padahal beliau sesungguhnya adalah broker proyek dan juga sekali-sekali jadi kontraktor.

Olehnya, Akbar mengatakan, tentu saja Mulawarman banyak diuntungkan jika Jumras (ipar Mulawarman) punya kewenangan bagi-bagi proyek.

“Nah inimi yang dibilang mainan broker yang mau warnai kebijakan, biar paketnya lancar,” tegas Akbar.

“Saya tahu Mulawarman itu aktif urus-urus anggaran di Jakarta, makanya dia tinggalkan profesi lamanya, karena broker lebih menjanjikan. Jadi sudahlah, berdebat dengan Mulawarman, sama dengan kita berdebat dengan tembok. Manfaatnya sedikit,” ucap Akbar Endra. (IB/IP)

‘PostBanner’/

Comment