by

Anaknya Malu Keluar Rumah, Lutfhie Natsir: Kata ‘Pengkhianat’ Itu Sakit

Ket. Foto: Luthfie Nasir

Smartcitymakassar.com – Makassar. Selain Jumras yang dicopot dari Kepala Dinas Marga dan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, pada sidang hak angket DPRD Sulsel, juga memanggil mantan Kepala Inspektorat Sulsel, Luthfie Natsir, yang juga dicopot oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Baca Juga:  Terkait Pengembangan Kawasan Industri Perikanan Terpadu (KIPT), Tim KIPT Kepulauan Selayar Rapat Koordinasi dengan Tim TKPRD Pemprov Sulsel

Soal pencopotannya, Luthfie mengaku masih bisa terima dengan lapang dada. Namun, tuduhan sebagai pengkhianat dan duri dalam daging yang disematkan oleh Nurdin Abdullah kepadanya, begitu membekas.

‘FooterBanner’


“Kata pengkhianat itu sakit pak. Keluarga saya semua menelepon ke saya. Mereka bilang kita bukan keluarga pengkhianat,” kata Luthfie, di Gedung Tower, Kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (10/7/2019).

Bahkan, menurut Luthfie, anaknya sempat malu keluar rumah lantaran cap ‘pengkhianat’ terhadap ayahnya yang ramai diberitakan media massa saat itu.

“Sampai sekarang saya tidak mengerti saya dikatakan sebagai pengkhianat, sebagai duri dalam daging. Saya minta penjelasan juga tidak dijawab. Tapi saya sabar pak. Katanya orang sabar itu disayang Tuhan,” kata Luthfie.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfie juga buka-bukaan. Menurutnya, pencopotan dirinya selaku Kepala Inspektorat Sulsel oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah sama sekali tak berdasar dan tak sesuai dengan mekanisme.

“Menurut saya itu ada mekanismenya. Harus ada pemeriksaan. Itu wajib. Atasan langsung itu memanggil terlebih dahulu dan itu harus melalui surat juga,” katanya.

Namun saat ini, kata Luthfie, keputusan pencopotan dirinya tersebut sudah diterimanya dengan ikhlas. Bahkan dirinya mengaku lebih plong setelah dicopot.

“Biasanya kalau orang diberhentikan turun badannya. Saya ini malah lebih sehat dan plong pak,” pungkasnya. (IB/IP)

‘PostBanner’

Comment