by

Nurdin Abdullah: Kalau Jumras Tidak Minta Maaf dalam 2×24 Jam, Saya Laporkan

Ket. Foto: Nurdin Abdullah/Ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Pansus Hak Angket DPRD Sulsel telah bergulir. Pada pemeriksaan eks Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras.

Pada kesempatan tersebut, saat itu Jumras ditanya mengenai alasan dirinya dicopot dari jabatannya oleh Gubernur Sulsel. Ia mengaku, dirinya tidak mengetahui apa kesalahan yang telah dibuatnya hingga ia dicopot. Namun sebelum pencopotannya, dirinya ditemui oleh dua orang pengusaha bernama Angguk dan Fery. Dua pengusaha itu meminta proyek kepada dirinya.

‘FooterBanner’


“Saat Angguk dan Fery datang minta proyek, saya tidak langsung berikan. Di situ Angguk bercerita, bahwa dirinya telah menyetorkan uang sebesar Rp 10 miliar untuk memenangkan Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel,” ungkap Jumras, di hadapan sidang hak angket, di Gedung Tower lantai 8, Gedung DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Senin (8/7/2019).

Baca Juga:  Sorotan Media Asing: Jokowi Kini Hanya Kejar Kekuasaan, Demokrasi Indonesia Genting

Menanggapinya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan bahwa apa yang diungkapkan Jumras di sidang hak angket DPRD Sulsel itu pembohongan publik.

“Bohong besar itu. Tidak ada seperti itu. Apalagi sama kontraktor sampai mereka berikan uang hingga miliaran,” tegas Nurdin Abdullah, Rabu (10/7/2019) usai mengikuti HUT Bhayangkara ke 73 di Lapangan Karebosi Makassar.

Nurdin Abdullah pun memberi ultimatum kepada Jumras, agar meminta maaf secara terbuka kepada gubernur dan keluarga.

“Saya beri waktu 2×24 jam meminta maaf secara terbuka. Kalau tidak saya akan laporkan,” tutup Nurdin Abdullah. (Aan/IP)

‘PostBanner’

Comment