by

Pemerintah Kaji Penggunaan O-Bahn Untuk Transportasi Massal di Perkotaan

“Kapasitasnya lebih besar daripada busway, tapi lebih kecil dari LRT. Anggarannya memang lebih besar daripada busway karena kita harus membangun beberapa ruas jalur,” terang Zulfikri.

Menurutnya, penggunaan O-Bhan kemungkinan dilakukan di luar dari Jakarta. Tentu saja harus dilihat lagi masterplan kotanya. Untuk itu, ia menilai perlu kajian lebih lanjut dan duduk bersama dengan Pemda dan stakeholder terkait. O-Bahn merupakan bagian dari sistem transit BUS cepat. O-Bahn ini memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama.

‘FooterBanner’


Bus ini memiliki roda pandu yang berada di samping ban depan bus. Roda pandu ini menyatu dengan batang kemudi roda depan, sehingga ketika bus memasuki jalur O-Bahn, supir tak perlu lagi mengendalikan arah bus karena roda pandu akan mengarahkan bus sesuai dengan arah rel pandu serta mencegah bus terperosok ke celah yang ada di jalur. Sistem ini pertama kali diterapkan di Kota Essen, Jerman dan saat ini sudah digunakan di berbagai negara seperti Australia dan Jepang.

Diskusi ini menghadirkan narasumber Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Pengamat dari MTI Suharto Majid dan Artis Ayushita. (Ril/Ib)

‘PostBanner’

Comment