by

Soal NIK Rekayasa di Makassar, Saksi Kuasa Hukum Prabowo-Sandi: Hanya 6 TPS yang Benar

Ket. Foto: Saksi kuasa hukum Prabowo-Sandi di MK/Ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Salah satu saksi dari Tim Kuasa Hukum Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Idham Amiruddin, mengungkapkan adanya Data Pemilih Tetap (DPT) siluman yang digunakan saat Pemilihan Presiden 2019 di beberapa daerah di Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Idham pada sidang gugatan sengketa Pemilihan Presiden 2019 di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

‘FooterBanner’


Saat ditanya Ketua Tim Kuasa Hukum dari pihak termohon Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ali Nurdin, Idham mengamini asal daerahnya yakni Makassar, hanya 6 TPS yang menggunakan DPT valid.

“Wilayah bapak di Makassar apakah di situ ada NIK rekayasa?,” tanya Ali kepada Idham.

“Hanya 6 TPS yang benar,” jawab Idham.

Ali kemudian menanyakan soal pengecekan yang dilakukan oleh Idham untuk melakukan verifikasi. Idham menjelaskan bahwa dirinya melakukan uji sample saat hari pemungutan suara. Ia mencocokan data yang dimilikinya dengan data DPT yang tertempel di setiap TPS.

Baca Juga:  70 Legislator PPP se Sulsel Kumpul di Claro Hotel, Ini Agendanya

Lebih lanjut, Ali bertanya apakah apakah Idham mengetahui kalau Prabowo – Sandiaga unggul di daerah-daerah yang disebutkannya menggunakan DPT dengan NIK rekayasa.

“Bapak tahu enggak di Enrekang itu 02 mendapatkan suara 75 persen?,” tanya Ali.

“Saya tidak tahu,” jawab Idham.

Ali berusaha kembali meyakini apakah Idham mengetahui kalau Prabowo-Sandiaga juga unggul di daerah Kabupaten Pinrang, Sulsel. Dari data yang dimiliki KPU, Prabowo-Sandiaga unggul 61 persen suara dari Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi-Maruf Amin.

“Bapak tahu di Pinrang itu 02 mendapatkan 61 persen?,” tanya Ali kembali.

“Saya tidak tahu,” jawab Idham. (Aan/IP)

‘PostBanner’

Comment