by

Sultan HB X: Kondisi Politik Saat Ini Mirip Tahun 1948 Hingga Muncul Istilah Halalbihalal

Ket. Foto: Sultan HB X/Ist

Smartcitymakassar.com – Yogyakarta. Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengajak kedua kubu yang bersaing saat Pilpres 2019 untuk saling menghormati dan berdamai demi kepentingan bangsa. Hal itu diungkapkan Raja Keraton  Yogyakarta saat memberikan pidato dalam kegiatan silaturahim dan syawalan Gubernur DIY Tahun 1440 H / 2019 M, di Pendopo Parasamya Kabupaten Bantul, Kamis (13/6/2019).

Sultan menyebut kondisi saat ini seperti tahun 1948, dimana situasi politik mengancam integrasi bangsa. Saat itu menghadapi situasi yang demikian, Presiden Soekarno menginisiasi acara halalbihalal atas saran tokoh Nahdlatul Ulama Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah.

“Bukankah situasi tahun 1948 itu ada kohensinya dengan peristiwa di tahun 2019 ini ketika kita seakan terbelah menjadi dua golongan bangsa. Konsekuensinya diperlukan upaya membangun islah,” katanya.

Sultan mengatakan, di mata Kiai Wahab, permintaan Bung Karno untuk meredam gesekan politik bukanlah hal sulit karena bertepatan bulan suci Ramadhan menjelang Idul Fitri, dimana setiap Muslim disunahkan bersilaturahim dan saling memaafkan.

Baca Juga:  Respon Arahan Jokowi, Mendikbud Naikkan Kuota Jalur Prestasi PPDB Jadi 15 Persen

Namun saat itu, Bung Karno meminta istilah selain silahturahim agar lebih menarik minat.

Olehnya, Kiai Wahab mengatakan, para elit politik tidak mau bersatu saling menyalahkan dan itu diharamkan dalam Islam. Maka harus dihalalkan dengan saling memaafkan sehingga silahturahim nanti, diistilahkan sebagai halalbihalal.

Dari sejarahnya kata halalbihalal memang lahir dari kultur masyarakat Indonesia dan tidak ada dalam kata kosa kata Arab. Bahkan bangsa Arab jika membacanya tidak akan mengerti maksudnya meski berakar kata Arab. (Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment