by

Berbagai Tanggapan Soal Wacana Masuknya Maskapai Asing

Ket. Foto: Masuknya penerbangan asing ke Indonesia/Ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyarankan maskapai asing yang perlu diberikan kesempatan untuk ikut berkompetisi di pasar domestik.

Menanggapinya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan akan mempelajari gagasan Presiden Joko Widodo untuk mengundang maskapai  asing masuk ke Indonesia sebagai solusi menurunkan harga tiket pesawat. 

“Ya ide Pak Presiden bagus sekali. Kita akan mempelajari. Insya Allah akan dilaksanakan,” ujarnya seusai melepas pemudik di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, (31/5/2019).

Kamar Dagang dan Industri Indonesia ( Kadin) mendukung wacana Presiden Joko Widodo ( Jokowi) untuk mengundang maskapai asing  beroperasi di Indonesia. Ketua Kadin  Rosan Roeslani menyatakan, rencana tersebut akan meningkatkan gairah kompetisi di industri maskapai.

“Di dunia usaha, kompetisi bukan suatu yang harus ditakuti. Adanya maskapai asing masuk akan membuat kompetisi menjadi lebih baik dan efisien,” kata dia di acara Halal Bi Halal di Kemang Timur, Kamis (6/6/2019).

Maskapai yang sudah menyambut rencana ini salah satunya adalah AirAsia. Rosan mengatakan, harga yang ditawarkan masih bagus dan sanggup dibeli masyarakat Indonesia. Tujuan masuknya maskapai asing ini untuk menunjang kompetisi harga tiket yang saat ini melonjak tinggi.

Kemudian, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa sesungguhnya maskapai asing sudah masuk ke Indonesia. Bahkan maskapai Indonesia, seperti Lion Air Group juga membuka pasar di luar negeri.

Baca Juga:  Respon Arahan Jokowi, Mendikbud Naikkan Kuota Jalur Prestasi PPDB Jadi 15 Persen

“Sebenarnya maskapai asing sudah masuk ke Indonesia, AirAsia contohnya. Dan sebaliknya maskapai Indonesia Lion Air, ada Lion Air Malaysia, Lion Air Thailand, ada di Afrika, itu saling memasuki. Tapi memang ada hal yang selalu dipertimbangkan,” kata JK di kediamannya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2019).

JK menambahkan, ada hal lain yang juga harus dipertimbangkan, misalnya masa depan dari maskapai tersebut. Pasalnya, harga tiket yang terlalu rendah bisa mempengaruhi bisnis maskapai ke depan.

“Keterlanjutan dari maskapai itu sendiri, kalau terlalu murah dia akan bangkrut. Coba Garuda, dalam kondisi harga Garuda yang lebih tinggi juga sulit ya, mengalami kesulitan. Memang harus diseimbangkan,” tutur JK.

Menurut JK, kehadiran maskapai asing di penerbangan domestik tidak signifikan membuat harga tiket pesawat menjadi lebih murah.

“Dulu tarif ini biasa. Jadi saya kira maskapai asing pun tentu sama saja cost-nya. Costairlines itu pesawat, avtur, pemeliharaan, ongkos personel, semua hampir sama semuanya. Mau maskapai dari mana sama,” tutup JK.

Sebagai informasi, Halim Kalla (adik JK), ada di jajaran komisaris Lion Air.(Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment