by

Inilah Deretan Ciutan Kontrovesi Mustofa Nahrawardaya

Ket. Foto: Mustafa Nahrawardaya/Ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Anggota BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, jadi tersangka terkait kasus penyebaran hoax alias berita bohong soal kerusuhan 22 Mei 2019.

Mustofa Nahrawardaya adalah caleg PAN dari Dapil Jateng V yang juga anggota Direktorat Relawan BPN Prabowo-Sandi.

Sebelumnya, Mustofa sudah pernah membuat sederet kegaduhan di media sosial. Mustofa aktif mencuit lewat akun @AkunTofa. Lewat cuitan-cuitannya.

Berikut sederet kontroversi terkait Mustofa Nahra:

– #GelangKode

Mustofa sempat mencurigai gelang Susi Ferawati yang mengaku diintimidasi di CFD pada akhir April 2018. Gelang itu disebutnya sebagai #GelangKode.  Mustofa saat itu berada tak jauh dari lokasi saat Susi Ferawati ramai dikerubungi warga yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden. Saat itu, Mustofa mengaku melihat ada beberapa orang memakai gelang yang sama.  Kemudian, Mustofa menyaksikan video viral terkait gesekan orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja di YouTube. Satu hal yang disorotnya ialah penggunaan gelang kayu berwarna cokelat yang dipakai Fera dan beberapa orang lainnya saat gesekan terjadi. Saat itu, Pengacara Fera, Muannas Alaidid, sudah menjelaskan gelang yang disebut sebagai #GelangKode oleh Mustofa. Gelang berbentuk biji-bijian berwarna cokelat gelap itu dibeli di Madinah. Ia juga menegaskan gelang itu tak ada hubungannya dengan kegiatan di CFD.

“Jadi kalau masalah gelang itu tanda munculnya kepanikan dia. Waktu saya tanya ke Bu Fera, dia beli gelang waktu umrah di Madinah. Kedua, dia tak saling mengenal dengan Pak Stedi atau korban yang dipersekusi juga di CFD itu,” kata Muannas saat dihubungi, Kamis (3/5/2018).

Kaligrafi di Masjid Mirip Salib

Pada April 2018, Mustofa mencuit soal kaligrafi yang tertempel di tembok luar Masjid Al-Robithoh di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten  Malang. Menurutnya, salah satu huruf yang terukir disebut ada yang mirip salib.

“Min @_TNIAU mohon kiranya agar logo mirip salib, dihilangkan. Tidak Pantas. Ini adalah Masjid di Kompleks Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Mumpung belum diresmikan, tks,” kata Mustofa dalam cuitannya yang di-mention ke akun resmi TNI AU.

Keesokkan harinya, TNI AU melalui akun resminya membalas, jika kaligrafi yang disebut mirip salib sebenarnya adalah menara.

“Terima kasih, kaligrafi tsb membentuk bangunan masjid dan menaranya, dimana garis mendatar tsb maksudnya alas kubah menara. Airmin yakin Allah Maha Mengetahui niat baik umatNya. Kalau hal spt ini jd masalah, niscaya Masjid Istiqlal tdk akan berdiri krn arsiteknya non-muslim,” cuit @_TNIAU.

Heboh Akun @MustofaNahra dan Saracen

Akun Twitter @MustofaNahra menjadi sorotan karena banyak cuitan yang berhubungan tentang Saracen. Saat dimintai konfirmasi detikcom, Mustofa Nahrawardaya membantah cuitan terkait Saracen itu ditulis oleh dirinya. Akun @MustofaNahra itu dulu memang miliknya, tapi kemudian dicuri.

Baca Juga:  Mulawarman: Laporkan Jumras dkk Kalau Mau Tahu Kotornya Nurdin Abdullah

Menyoal Ma’ruf Amin Salat Sambil Duduk

Mustofa pernah menyoroti cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin yang salat dalam posisi duduk. Momen Ma’ruf salat dalam posisi duduk terjadi sebelum debat perdana Pilpres 2019, Kamis (17/1). Pada saat itu, Ma’ruf salat berjamaah di Masjid Istana bersama Joko Widodo (Jokowi) hingga Wapres Jusuf Kalla.

“Urusan dunia, kuat berdiri… #2019PrabowoPresidenRI,” cuit Mustofa pada 20 Januari 2019. 

Viral ‘E-Mail Skenario Coklat1’

Pada Oktober 2018, beredar foto yang menunjukkan e-mail dengan subjek ‘Skenario Coklat1’ dari dahnilanzar@yahoo.com ke hanafi.rais@gmail.com. E-mail itu juga ditembuskan ke mustofa.b.nahrawardaya@gmail.com. Foto itu dibantah pihak-pihak terkait, termasuk oleh Mustofa. Mustofa meyakini itu hanya keisengan akun anonim. 

Kode ‘Lion Air Mendarat di Halim’

Mustofa juga sempat jadi sorotan karena cuitannya ‘kabar dari teman saya di Halim,Lion Air sudah mendarat di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Alhamdulillah’. Hal itu dicuitkannya pada Senin (29/10), pasca kejadian pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

Dia pun sempat dipanggil penyelidik Direktorat Siber Bareskrim Polri untuk dimintai klarifikasi terkait posting-an itu pada Kamis (1/11/2018). 

Mustofa mengklaim kata ‘Lion Air’ dalam posting-an itu merupakan kode yang dipakai untuk memberi tahu istri. Dia sengaja tak memberi tahu lewat hubungan telepon karena merasa data di ponselnya sudah lama dikloning.

Jadi Tersangka Hoax Rusuh 22 Mei

Kini, Mustofa Nahra jadi tersangka terkait kasus penyebaran hoax alias berita bohong soal kerusuhan 22 Mei 2019. Cuitan yang dipersoalkan itu diunggah di akun Twitter @AkunTofa. Cuitan itu menggambarkan ada seorang anak bernama Harun (15) yang meninggal usai disiksa oknum aparat. 

“Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat yg disiksa oknum di Komplek Masjid Al Huda ini, syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA,” demikian cuitan di @AkunTofa disertai emoticon menangis dan berdoa. 

Polri kemudian membantah hoax tersebut. Polri mengatakan peristiwa dalam video tersebut faktanya adalah penangkapan salah seorang perusuh bernama A alias Andri Bibir. Polri memastikan pelaku perusuh itu masih hidup. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (23/5) pagi. Polri menegaskan narasi dalam video yang viral di Twitter hoax.

Mustofa kemudian ditangkap di kediamannya pada Minggu (26/5/2019) dini hari dan menjadi tersangka. Mustofa lalu dibawa ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, untuk diperiksa. (Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment