by

Danjen Kopassus: Tak Boleh Ada Prajurit Kopassus yang Bertindak di Luar Garis Komandonya

Ket. Foto: Danjen Kopassus/Ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Menyikapi perkembangan situasi politik terkini pasca kerusuhan kelompok massa di Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari, Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) TNI AD, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengeluarkan seruan untuk anak buahnya. Dia meminta kepada pasukannya agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Cantiasa juga menegaskan bahwa beberapa peristiwa yang mengaitkan nama Kopassus akhir-akhir ini sebenarnya tak ada relevansinya dengan Kopassus.

Baca Juga:  Atasi Rokok Elektrik Berperisa, Pemerintahan Trump Bertindak

“Akhir-akhir ini kita merasakan bersama hangatnya dinamika yang berkembang dalam masyarakat khususnya terkait Pemilu 2019. Dalam dinamika tersebut berbagai isu dan kejadian mengemuka silih berganti hingga tidak jarang nama satuan yang kita cintai ini terbawa-bawa dalam berbagai pemberitaan sebagai embel-embel terhadap suatu konteks yang sebenarnya sama sekali tidak ada relevansinya dengan satuan kita secara formal,” kata Cantiasa seperti dikutip dari situs resmi Kopassus.

‘FooterBanner’


“Terkait hal tersebut maka dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa satuan kita ini adalah satuan yang dihormati dan dibanggakan karena standar profesionalismenya yang tinggi,” katanya.

“Satuan kita juga memiliki sejarah prestasi panjang dalam menjaga tegak dan utuhnya NKRI. Kesetiaan satuan ini dalam mengawal konstitusi pun juga sudah teruji melalui berbagai peristiwa sejarah bangsa. Saat ini, kita semua yang mengawaki Kopassus dan kita bertanggung jawab untuk menjaga nama baik serta reputasi yang sudah ditorehkan dengan perjuangan yang panjang. Sebagai pembina korps baret merah, saya menghimbau kepada seluruh warga Baret Merah agar tetap menjaga nama besar satuan yg kita cintai ini,” sambung Cantiasa.

“Berangkat dari hal tersebut maka saya ingin menekankan ulang, instruksi yang telah sering saya sampaikan. Bahwa sebagai prajurit TNI yang profesional maka setiap prajurit Kopassus wajib memegang teguh Rantai Komando dalam setiap ucapan, sikap dan tindakan. Apa yg dilakukan maupun tidak dilakukan oleh Kopassus harus berdasarkan perintah tegak lurus yang disampaikan melalui Garis Komando,” katanya.

“Tidak boleh ada satupun prajurit Kopassus yang bertindak karena inisiatif pribadi, kelompok maupun pihak-pihak lain di luar garis komandonya. Tidak boleh ada prajurit Kopassus yang mengeluarkan komentar, apalagi bernada provokatif dalam media sosial maupun secara lisan. Pegang teguh prinsip ini setiap waktu. Para unsur Komandan bawahan agar selalu mengecek pelaksanaannya di satuan masing-masing,” ujar sosok yang juga lulusan terbaik Akmil 1990 ini.

“Mari kita berdoa agar Tuhan YME senantiasa memberikan keselamatan bagi bangsa Indonesia, serta memberikan kekuatan, kelancaran dan keberhasilan bagi seluruh prajurit Kopassus dimanapun bertugas dan berada,” tulisnya. (Aan/IP)

‘PostBanner’

Comment