by

Sri Mulyani Harapkan Mindset ASN Beradaptasi Dengan Revolusi Industri 4.0

Keterangan Foto: Sri Mulyani Indrawati (Istimewa)

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Saat ini, kita memasuki keadaan dunia dimana terjadi perubahan besar-besaran di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurai sekat-sekat antara dunia fisik, digital, dan biologi. Revolusi ini ditandai dengan kemajuan teknologi dalam berbagi bidang. Inilah disebut dengan revolusi industri 4.0.

Berkaitan dengan revolusi industri tersebut, Menkeu Sri Mulyani Indrawati kepada ASN (Aparatur Sipil Negeri) agar merubah mindset, perilaku, dan beradaptasi dengan revolusi Industri 4.0.

Hal tersebut disampaikan Menkeu saat menjadi pembicara pada One Hour University dengan tema “Menakar kesiapan ASN dalam Menghadapi Revolusi Industry 4.0 dan Transformasi Leadership di Era Disrupsi” di ruang Sarulla, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (15/05).

Menkeu paparkan cara adaptasi dengan revolusi informasi itu, yaitu: mempelajari, memanfaatkan dan mengembangkan teknologi yang terus berkembang dengan cepat. Diharapkan dengan selalu terhubung dengan teknologi perubahan mindset akan lebih mudah dan cepat terinternalisasi dalam pekerjaan sehari-hari.

“This digital economy dan industrial 4.0 memberikan banyak opportunity. Poinnya adalah negara yang efisien adalah rakyatnya yang pasti punya banyak ide. Dia bisa menterjemahkan ide tersebut menjadi realita dengan effort yang sekecil mungkin, dengan beban yang sekecil mungkin. Makanya, munculnya Google, Facebook itu ada di negara yang seperti itu,” kata Menkeu.

Meski demikian, Menkeu melihat banyak birokrat atau ASN yang tidak terhubung dengan tuntutan inovasi. Hal ini mengakibatkan teknologi yang cepat berubah dan berkembang pesat untuk mendukung terwujudnya ide-ide brilian namun terhambat antara lain karena birokrasi yang berbelit-belit dan tumpang tindih (misalnya dalam perijinan), maka Indonesia tidak akan mampu bersaing dengan negara lain.

Baca Juga:  Wiranto: Kita Sudah Tahu Dalang Aksi Rusuh 22 Mei

“Ini pesan yang luar biasa penting untuk kita semua sebagai ASN. Karena kita intentionally (sengaja) atau unintentionally (tidak sengaja) sering menjadi institusi yang banyak menciptakan hurdle (halangan) itu. Sehingga artinya ide yang baik itu, mati di tengah jalan atau bahkan baru lahirpun langsung aborted. Itu betapa kita menjadi institusi yang menentukan bisa maju atau tidak,” tegas Menkeu menunjukkan pentingnya perubahan mindset ASN.

Sri Mulyani meminta yang hadir terutama para ASN ESDM untuk memanfaatkan dan menginternalisasi teknologi yang ada di kehidupan sehari-hari. Mentalitas seperti ini harus diinternalisasikan ke pekerjaan sehari-hari untuk lebih efektif, efisien dan produktif dalam mendukung pertumbuhan industri berbasis teknologi.

Apabila ASN dan banyak pihak tidak dapat mempunyai “mindset” teknologi, digital, big data dan kekinian maka Indonesia dikhawatirkan tidak mampu bergerak dari negara emerging menjadi negara maju.

Setali tiga uang dengan Menkeu, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menegaskan revolusi industri tidak bisa dihindari. “Either you disrupt yourself or you get disrupted,” kata Wamen ESDM menunjukkan revolusi 4.0 adalah fenomena yang tidak bisa dihindari. Perlu adaptasi yang cepat, agar individu dan bangsa dapat terus bertahan dan mampu berkompetisi**(Rafa/Kemenkeu)

‘PostBanner’/

Comment