by

Wakil Ketum Gerindra: Demokrat Baiknya Keluar Saja, Dulu Diajak Koalisi Karena Kami Kasihan

Ket. Foto: Arief Poyuono/Ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Anggota Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Arief Poyuono, mempersilakan Partai  Demokrat yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur mengundurkan diri. Pengunduran itu, kata Arief, harus dilakukan Demokrat jika Partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini bersikap tidak tegas dalam memberi dukungannya kepada Prabowo-Sandi. 

“Demokrat sebaiknya keluar saja dari koalisi Adil Makmur, jangan elite nya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya, mau mundur dari koalisi saja pakai mencla-mencle segala. Monggo keluar saja,” kata Arief, Jumat (10/5/2019). 

Bahkan, Wasekjen Partai Gerindra ini menyebut sejak awal koalisi Adil Makmur pengusung Prabowo-Sandi mengajak Partai Demokrat bergabung ke koalisi hanya karena dilandasi rasa kasihan. Sebab koalisi Adil Makmur merasa iba jika Partai Demokrat tak bisa ikut Pemilu 2024 mendatang. 

“Kita ajak koalisi cuma kita kasihan saja waktu itu,” katanya. 

Lagi pula, kata Arief, Partai Demokrat tak memiliki pengaruh sama sekali dalam peningkatan suara pendukung Prabowo-Sandi.

“Enggak menghasilkan suara Prabowo-Sandi kok selama ini, malah menurunkan suara,” kata dia.

Baca Juga:  Pilkada Serentak 2020 Akan Hasilkan Kepala Daerah yang Memiliki Masa Jabatan Maksimal 4 Tahun

Lebih lanjut Arief menyinggung sikap tak tegas Partai Demokrat ini lantaran SBY masih memiliki ‘dosa masa lalu’ yakni terlibat korupsi pada saat dirinya masih menjabat sebagai presiden. Misalnya, kata Arief, kasus korupsi Proyek Hambalang yang hingga saat ini belum juga diusut tuntas. SBY menurut Arief takut oleh Joko Widodo karena belum ada jaminan pasti kasus Hambalang akan dihentikan tanpa menyeret-nyeret namanya. 

“Saya tahu kok kenapa kayak undur-undur, maklum belum clear jaminan hukum dari Joko Widodo bagi keluarga SBY yang diduga banyak terlibat kasus korupsi. Kayak kasus Korupsi proyek Hambalang,” kata Arief, sambil mengatakan padahal sudah jelas tidak ada jaminan bahwa Jokowi akan menghentikan kasus tersebut

Olehnya, bisa dipastikan setelah gelaran pilpres selesai nasib Partai Demokrat pun tidak akan jelas. Demokrat kata Arief tak akan diterima di dalam koalisi manapun.

“Saya yakin nasibnya Demokrat akan seperti kayak tokoh aswatama setelàh Perang Bharatayudha enggak diterima di mana-mana,” pungkasnya. (Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment