by

Penyebar Hoaks di Singapura, Kini Terancam Penjara hingga 10 tahun atau Denda Rp10 Miliar

Ket. Foto: Ilustrasi hoaks/Ist

Smartcitymakassar.com – Singapura. Pemerintah Singapura mengesahkan Undang-Undang untuk mengkriminalisasi oknum yang menyebarkan berita palsu dan hoaks.

RUU Perlindungan dari Berita Palsu dan Manipulasi disahkan pada Rabu (8/5/2019) malam dengan perolehan suara 72-9. Daniel Goh, anggota parlemen dari Partai Pekerja oposisi lewat akun Facebook miliknya mengatakan jika RUU tersebut telah disahkan.

Adapun aturan ini, akan melarang peredaran konten hoaks dan informasi palsu yang dianggap bisa memengaruhi pemilihan umum. Pemerintah Singapura juga akan meminta pemilik platform untuk menghapus konten tersebut atau memblokirnya setelah mendapat izin dari pemerintah.

Baca Juga:  La Liga 2019-2020, Awal yang Manis buat Anak Asuh Zidane

Dilaporkan AP, bagi pengguna akun media sosial yang melanggar aturan ini terancam dikenai hukuman pejara hingga 10 tahun atau denda hingga 1 juta dolar Singapura atau sekitar Rp10 miliar.

Disahkannya undang-undang ini menuai banyak protes lantaran bisa menjadi pisau bermata dua. Pengamat Hak Asasi Manusia mengkritik undang-undang tersebut karena dianggap sebagai ancaman kebebasan berekspresi. Namun, Perdana Menteri Lee Hsien Loong bulan lalu berdalih undang-undang ini telah diperdebatkan dalam kurun dua tahun terakhir. (Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment