by

Soal Rekomendasi Desak Bawaslu dan KPU Diskualifikasi Jokowi-Ma’ruf, TKN: Mentalitas Timses 02 yang Tidak Siap Kalah Buat Mereka Kalap

Ket. Foto: Acara Ijtimak Ulama III/Ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Seperti yang diketahui, telah dilangsungkan acara Ijtima Ulama III, di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/5/2019). Dari 5 rekomendasi Ijtima Ulama III ini salah satunya mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi paslon capres-cawapres 01, Jokowi-Ma’ruf.

Menanggapinya, Juru Bicara TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Tb. Ace Hasan Syadzily, menilai Ijtimak Ulama III adalah sebuah politik akal-akalan dan ugal-ugalan dari Timses Pasangan 02 untuk menyesatkan umat.

“Pertemuan timses kubu 02 yang berkedok Ijtima ulama jelas sebuah politik akal-akalan dan ugal-ugalan yang tujuannya justru menyesatkan umat. Segala upaya dilakukan untuk tidak mengakui kekalahan versi hitung cepat mulai dari delegitimasi KPU, meminta pemilu ulang sampai dengan meminta Pak Jokowi didiskualifikasi,” ujar Ace, Rabu (1/4/2019).

“Mentalitas timses 02 yang tidak siap kalah membuat mereka kalap, tabrak kiri, tabrak kanan termasuk menggunakan lagi manuver yang diberi label itjima ulama,” sambungnya.

Anehnya, menurut Ace, walaupun secara kasat mata kubu 02 melakukan delegitimasi KPU, tapi justru mereka minta KPU-Bawaslu untuk mendiskualifikasi Jokowi. Ini artinya mereka merengek-rengek pada lembaga yang kredibilitasnya sedang mereka hancurkan. Dan hal itu semakin mengkonfirmasi skenario 02 menjelang 22 Mei. Yakni meminta Bawaslu untuk diskualifikasi 01 dengan alasan kecurangan yang bersifat Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM).

Baca Juga:  Hak Angket DPRD Sulsel: Sejumlah Usulan Wagub Sulsel Ditolak Terkait SK 139 Pejabat

“Dengan didiskualifikasi calon terpilih maka calon penantang yang otomatis dilantik. Akal bulus ini jelas tidak punya pijakan obyektif karena kecurangan TSM yang mereka tuduhan hanya ilusi tanpa fakta,” katanya.

Ace mengatakan jika Bawaslu dan KPU tidak bisa dikendalikan kubu 02, maka besar kemungkinan akan menghalalkan segala cara dengan aksi demo yang mereka sebut people power. Terlihat jelas 02 ingin mengulang skenario Venezuela dengan mobilisasi massa menentang Presiden terpilih dan selanjutnya mengundang keterlibatan asing dalam masalah dalam negeri.

“Ini jelas manuver berbahaya bagi kedaulatan nasional dan masa depan demokrasi di negara kita. Indonesia bukan Venezuela. Pak Jokowi menang dalam versi hitung cepat dengan sangat meyakinkan. Ini kemenangan atas hoax dan juga kemenangan atas ancaman otoritarian hidup kembali. Jadi jangan bermimpi Indonesia dibuat seperti Venezuela,” pungkasnya. (Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment