by

Ferdinand: Usai 22 Mei, Demokrat Bebas Tentukan Pilihan Politik

Ket. Foto: Ferdinand Hutahean/Ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan Presiden Jokowi, Kamis (2/5/2019) sore di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pertemuan itu, disinyalir sebagai sinyal Partai Demokrat akan bergabung dengan koalisi pemerintah.

Menanggapinya, Ketua Divisi Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, pertemuan AHY dengan Jokowi bukan sinyal Demokrat akan meninggalkan koalisi Prabowo-Sandi. Ferdinand menjamin partainya akan menyelesaikan kewajiban politik bersama Prabowo hingga keputusan KPU soal hasil Pilpres ditetapkan.

“Pertemuan ini juga jangan diartikan bahwa seolah Demokrat meninggalkan koalisi Adil Makmur dan pindah ke koalisi Jokowi. Politik tidak seperti itu. Partai Demokrat akan menyelesaikan kewajiban moral politiknya di koalisi Adil Makmur hingga selesai ditetapkan oleh KPU,” kata Ferdinand, Kamis (2/5/2019).

Baca Juga:  Pembangunan PLTSa di Empat Kota Selesai Tahun Ini

Namun, Ferdinand mengungkapkan partainya akan membuka berbagai kemungkinan. Menurutnya, apabila Prabowo menang pada saat pengumuman KPU 22 Mei mendatang, ia menjamin Demokrat akan tetap setia bersama koalisi Indonesia Adil Makmur.

Namun, jika Jokowi yang keluar sebagai pemenang, maka kata Ferdinand, partainya akan menjadi partai bebas yang akan menentukan arah selanjutnya.

“Jika Prabowo yang ditetapkan oleh KPU, maka tentu Demokrat akan melanjutkan koalisinya dengan Prabowo memimpin negeri ini. Jika KPU menetapkan Jokowi sebagai pemenang, maka Partai Demokrat mandiri dan bebas serta berdaulat menentukan sikap politiknya apakah kemudian akan bergabung dengan Jokowi atau tidak,” kata Ferdinand. (Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment