by

Di 2015 Ada 11 Sistem yang Defisit Listrik, PLN: Sejak 2018 Sudah Tak Ada Lagi

Ket Foto: Listrik di daerah terluar Indonesia

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Terkait penyediaan listrik Nasional saat ini di Indonesia, menurut Vice President Public Relation PLN, Dwi Suryo Abdullah dalam siaran pers PLN (29/4/2019), kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan menjadi tantangan utama dalam upaya penyediaan akses listrik yang menjangkau seluruh pelosok negeri, selain faktor keekonomian. Sistem kelistrikan hadir sebagai upaya untuk mempermudah pengawasan kondisi kelistrikan Nusantara. Hadirnya interkoneksi semakin meningkatkan keandalan sistem-sistem kelistrikan yang telah ada.

“Saat ini Indonesia terdiri dari 38 sistem besar dan sistem-sistem kecil yang mengelilinginya, dimana untuk Jawa dan Bali sudah menjadi satu kesatuan sistem atau biasa disebut sistem interkoneksi,” ungkap Dwi.

Dwi mengatakan bahwa sejak tahun 2018 tidak ada lagi sistem yang mengalami kekurangan pasokan listrik (defisit). Jika dibandingkan dengan tahun 2015, saat itu masih terdapat 11 sistem kelistrikan di Indonesia mengalaminya (defisit-red).

“Tahun 2015 ada 11 sistem yang mengalami defisit, namun sejak 2018 kondisi tersebut berubah dan seluruh sistem sudah tidak ada lagi yang mengalami defisit, bahkan di sejumlah sistem besar, mempunyai reserve margin hingga 30%,” ujar Dwi.

Baca Juga:  Dituding ‘Pengkhianat’ Oleh Nurdin Abdullah, Begini Penjelasan Lutfie Natsir

Reserve margin atau cadangan daya ini tentunya tidak hanya untuk mengatasi kondisi saat pembangkit dalam perawatan rutin, namun lebih dari itu juga dapat mendorong tumbuhnya investasi di sektor industri manufaktur.

Menurut Dwi, pengembangan sistem dan infrastruktur kelistrikan yang tidak kalah penting adalah dalam rangka mempercepat tercapainya rasio elektrifikasi 99,9% di akhir tahun 2019.

Dwi juga menyebut, dalam mewujudkan sistem tenaga listrik yang efisien, handal, ekonomis dan ramah lingkungan, pembangunan insfrastruktur ketenagalistrikan selalu berpedoman pada Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

“Ini dilakukan agar pemanfaatan energi nasional bisa maksimal,” pungkas Dwi. (Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment