Viral STNK Vespa Dahnil Anzar Mati Pajak, Polri Minta Jangan Gunakan Motor Itu Dulu

Ket. Foto: Dahnil Simanjuntak/Ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mendapat kritik dari netizen terkait vespa Dahnil yang bernomor polisi AD 6334 BA telah mati pajaknya sejak tahun 2014.

Berawal dari status Twitter Dahnil, Senin (29/4/2019) https://twitter.com/Dahnilanzar/status/1122638641702944768?s=19 ia selfie bersama anaknya. “Ngantar Anak lajang dulu…yuk,” tulis Dahnil.

Sumber: Twitter

Seorang Nitizen pun menjawab postingan tersebut. “Vespanya keren ya mas @Dahnilanzar . Tpi sayang Itu motor Vespa Sudah Mati Pajaknya sejak 2014. Kirim ke Solo mas Suratnya Saya Bantu Pajak,” tulis salah satu Nitizen @Gus_Raharjo https://twitter.com/Gus_Raharjo/status/1122640963942281216?s=19

BACA JUGA  Bersama Ustaz Das'ad Latif, Jusuf Kalla Sambangi Masjid Kubah 99 Asmaul Husnah

Dahnil pun menjawabnya. “Terimakasih atas kepedulian anda, mencari khusus terkait pajak kendaaraan tsb. Sy beli Vespa Klasik tsb tahun lalu di Yogya, dlm kondisi jelek dan rusak tdk laik pakai dg surat2 terbatas, kemudian sy modifikasi, terkait2 surat2 dan pajak sdng dicoba cari nama pemilik di surat,” jawab Dahnil. https://twitter.com/Dahnilanzar/status/1122740183051300864?s=19

Hal ini kemudian menjadi viral di media sosial khususnya Twitter.

Merespons hal itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri menyesalkan adanya tokoh politik yang tak taat pajak. Padahal, kata Refdi, pajak perlu untuk mendukung pembangunan.

BACA JUGA  Bersama Ustaz Das'ad Latif, Jusuf Kalla Sambangi Masjid Kubah 99 Asmaul Husnah

“Sebaiknya bayar pajak, pajak itu untuk pembangunan di daerah. Sangat bermanfaat untuk perkembangan pembangunan. Jadi siapa pun, semuanya harus bayar pajak kendaraan,” kata Refdi, Senin (29/4/2019).

Refdi pun meminta agar Dahnil tidak menggunakan vespa tersebut sampai STNK-nya lengkap, termasuk pajak yang harus dipenuhi. Aturan bayar pajar, lanjut Refdi, tidak hanya untuk Dahnil. Tapi seluruh warga Indonesia untuk mendukung pembangunan.

“Saya imbau untuk sementara motornya dilengkapi secara administrasi, termasuk pajak. Ini bukan hanya Dahnil ya, tapi semua,” imbuh Refdi. (Aan/IP)

Lihat Semua

Share

Berita lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Comment

Lihat Semua