by

Pesan Front Office Coordinator Hotel Fave Losari, Muh. Aidil Adha: Tidak Ada Orang yang Tidak Bisa Berubah. Asalkan Ada Kemauan, Pasti Bisa

Keterangan Foto: Muh. Aidil Adha, Front Office Coordinator Hotel Fave Losari Makassar

Smartcitymakassar.com – Makassar. Andai saja waktu itu Muh Aidil Adha, Front Office Coordinator Hotel Fave Losari Makassar tidak mengikuti nasehat orang tuanya untuk menimba ilmu di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) kota Makassar, mungkin saja kita tidak akan bertemu dengan sosoknya yang seperti sekarang.

Aidil menceritakan dirinya sempat putus asa dengan kehidupannya saat lulus dari bangku SMA. Berada di lingkungan yang keras,Aidil tumbuh menjadi pribadi yang cenderung Negatif.

“Saya mengikuti kata pepatah ‘ikuti perintah orang tua mu maka, kesuksesan menjadi milikmu’. Meski hati saya bukan di situ tapi saya mengikut saja waktu itu,” cerita Aidil.

Aidil mengaku awalnya tidak nyaman berada di lingkungan perhotelan yang harus menjadi “Pelayan” para tamu. Namun, ia merasa waktu itu saatnya untuk memperbaiki diri demi masa depannya.

“Awalnya Saya tidak terbiasa diperintah. Apalagi di dunia perhotelan setinggi apapun jabatan, kita tetap pelayan. Namun saya merenung sampai kapan saya menjadi seperti ini,” ungkap Aidil.

Aidil pun semakin serius menekuni pendidikan dunia perhotelan, saat semester lima dirinya mulai mencari kerja dan belajar membagi waktu antara kuliah dengan pekerjaan.

“Saya sadar bukan orang yang pintar, saya memiliki banyak kekurangan itu yang membuat saya perlu memulai lebih awal. Di situ saya sadar tidak ada orang yang tidak bisa berubah, asalkan ada kemauan pasti bisa,” tambahnya.

Baca Juga:  Lomba Mewarnai dan Hias Kue Ulang Tahun di Ajang Children Activity Hotel Swiss-Belinn Panakukang

Saat ini, Aidil merasa dirinya sudah berubah 180° dari sebelumnya. Apalagi dengan jabatannya yang sekarang dirinya harus menjadi contoh buat para stafnya.

“Semakin tinggi jabatan justru senyum kita harus lebih baik, bukan malah sombong. Saya juga menerapkan itu kepada para Staf di departemen saya,” kata Aidil.

Meski sudah memiliki banyak jabatan dan pengalaman di dunia perhotelan, Aidil punya cara unik untuk mengukur kemampuannya. Ia sering mengirim lamaran kerja dan interview di berbagai hotel.

“Di surat lamaran saya sengaja tidak mengisi kolom pengalaman bekerja, hasilnya 50:50 ada yang menolak dan menerima. Saya terkadang mengikuti interview sebagai reception, supervisor atau FOM. Dengan jabatan saya saat ini, saya bisa melihat kekurangan saya dari situ setelah mendengar masukan dari yang meng interview,” jelasnya. Bagi Aidil setiap orang harus memiliki target dalam hidupnya.

“Namun saya bukan hanya menentukan target, saya juga menentukan waktunya. Seperti contoh saat ini usia saya 24 tahun, saya menargetkan di usia ke 28 tahun saya sudah menjadi General Manager (GM) Hotel,” tutup Aidil. (Jen)

‘PostBanner’/

Comment