by

Front Office Manager Hotel Santika, Abrianto Sirante: Front Office Ibarat Jantungnya Hotel

Keterangan Foto: Front Office Manager Hotel Santika Makassar

Smartcitymakassar.com – Makassar. Rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang ada di Hotel Santika Makassar, membuat Abrianto Sirante Front Office Manager (FOM) Hotel Santika Makassar menjadikan hotel ini sebagai rumah keduanya.

Sebelum berada di posisinya saat ini, Anto sapaan akrabnya mengawali karier di hotel Santika Makassar sebagai Cleaning Service pada 2008, “saya berproses di berbagai jabatan. Saya pernah menjabat sebagai Public Area, Room Attendant, admin di Housekeeping, Front Office di Reception dan di bagian Audit yang di naungi oleh Accounting, “tutur Anto.

Bagi Anto, General Manager Yuli Priyono dan Sinta Suryaningrum Eks Room Division Manager (RDM) Hotel Santika Makassar yang sekarang menjabat sebagai Hotel Manager (HM) Swiss-Belhotel Sorong adalah orang yang paling berpengaruh dalam kariernya di dunia perhotelan.

“Mereka adalah guru saya di dunia perhotelan. Saya banyak terinspirasi dari mereka, keduanya memulai karier dari jabatan yang terbawah. Selain itu meski sudah memiliki jabatan yang tinggi, keduanya juga memiliki sikap yang bagus itu yang membuat saya semakin kagum,” ungkap Anto.

Di jabatannya saat ini Anto merasa punya tanggung jawab yang besar, baginya Front Office ibarat jantungnya hotel. “Kami harus bersentuhan langsung dengan para tamu yang memiliki karakter berbeda-beda, saya tekankan kepada staf saya untuk profesional dalam bekerja. Bila sedang memiliki masalah pribadi harus berusaha untuk meredam dan jangan pernah terbawa emosi serta ikhlas menghadapi tamu,” kata Anto.

Baca Juga:  Manfaatkan Waktu Libur Kerja, Receptionist Grand Palace Hotel Nongkrong Sambil Wisata Kuliner

Di singgung mengenai jam kerja hotel yang terkadang mengharuskan untuk tetap berada di hotel di luar jam kerja, Anto menjelaskan sebenarnya jam kerja setiap staf sudah di atur masing-masing. Hanya terkadang rasa persaudaraan yang membuat para Staf bekerja lebih lama.

“Contohnya seperti ini di departemen saya, misalnya saat shift pagi tamu belum terlalu banyak. Namun di Shift siang tamu banyak sehingga butuh tambahan personel. Memang tidak wajib tapi rasa persaudaraan itu tadi yang menggerakkan untuk saling membantu,” cerita Anto.

Anto menambahkan kedepannya, Ia akan tetap berkarier di dunia perhotelan. “Saya akan tetap berkarier di dunia perhotelan dan berbagi ilmu dengan yang lain. Saya akan berusaha terus menjadi lebih baik,” tutup Anto. (Jen)

‘PostBanner’/

Comment