Tokoh Masyarakat Polong Bangkeng Takalar: Indira Jusuf Ismail Miliki Jiwa Pemimpin

(Keterangan: Ratusan warga Desa Kampung Beru, Dusun Lawa, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Kabupaten Takalar, menegaskan siap memenangkan Caleg DPR-RI Dapil 1 Sulsel, Partai Perindo, Indira Jusuf Ismail, Kamis (4/4/19) / foto: Ist.)

Smartcitymakassar.com, Makassar. Ratusan warga Desa Kampung Beru, Dusun Lawa, Kecamatan Polong Bangkeng Utara, Kabupaten Takalar, menegaskan siap memenangkan Caleg DPR-RI Dapil 1 Sulsel, Partai Perindo, Indira Jusuf Ismail. Hal ini disampaikan oleh Tokoh Masyarakat, Daeng Kama, Kamis (4/4/19).

Menurut Daeng Kama, sosok Indira Jusuf Ismail dinilai tepat memperjuangkan aspirasi rakyat. Ia tak muluk-muluk meminta warga  Desa Kampung Beru, Kecamatan Polong Bangkeng kiranya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) kelak.

BACA JUGA  Indira Yusuf Ismail Berbagi Kisah Inspiratif Jadi Istri Wali Kota, Nenek, dan Wanita Karir

“Jangan ki’ golput, ada ji nama Ibu Indira Jusuf Ismail di dalam surat suara DPR RI. Istri Danny Pomanto memiliki nomor urut satu dan Partai Perindo,” ujarnya di hadapan warganya.

Ia melanjutkan, istri Danny Pomanto memiliki karakter atau jiwa pemimpin. Sebab, Indira juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar yang sukses mengajak kader-kader PKK untuk membantu pemerintah melalui program kebersihan di lorong.

“Ibu Indira orang baik, jadi pilih orang baik. Sehingga warga Polong Bangkeng serukan satu suara untuk Indira. Insya Allah kalau menang, saya akan potong sapi untuk warga Polong Bangkeng,” tegasnya.

BACA JUGA  ITB Nobel Alauddin Gagas Pengembangan Kerja Sama ke Pemkot Makassar

Sementara itu, Indira Jusuf Ismail mengajak warga agar menggunakan hak pilih pada  Pemilihan Umum 17 April 2019 mendatang.

“Pemilu hanya sekali dalam lima tahun. Ayo kita datang ke TPS, kita pilih Calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan wakil ta’ Caleg DPR-RI Sulsel Dapil 1, Indira Jusuf Ismail nomor urut satu,” ucap Indira.

Ibu dari Aura Aulia Imandara juga meminta warga agar memperhatikan surat suara dalam kondisi rusak atau tidak.

“Lihat ki’ tanda tangannya KPPS di Surat Suara. Kalau tidak ada, langsung melaporkan ke petugas. Supaya surat suara langsung diganti, agar sah,” paparnya.** (Ib)

Lihat Semua

Share

Berita lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Comment

Lihat Semua