by

Di Denpasar, Dinsos Makassar Berbagi Pengalaman Soal Penanganan Masalah Sosial

(Keterangan: Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar melakukan kunjungan kerja di Kantor Dinas Sosial Denpasar Bali dan sejumlah panti asuhan di kota tersebut. Kunjungan berlangsung 14-16 Maret 2019 / foto: Ist.)

Smartcitymakassar.com, Denpasar. Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar melakukan kunjungan kerja di Kantor Dinas Sosial Denpasar Bali dan sejumlah panti asuhan di kota tersebut. Kunjungan berlangsung 14-16 Maret 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Iskandar Lewa, yang memimpin kunjungan tersebut berharap, kedua instansi pemerintahan ini bisa saling sharing soal Program Kesejahteraan Sosial Anak Integratif, Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Turut hadir Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Rombongan Dinsos Makassar diterima oleh Sekretaris Dinsos Denpasar, I Nyoman Artayasa, di Kantor Dinsos, Jalan Mulawarman, Denpasar Bali, pada Kamis (14/3/19).

Di pertemuan tersebut, I Nyoman Artayasa menjelaskan, persoalan anak jalanan (anjal) di Denpasar mampu diatasi dengan baik oleh pemerintah Denpasar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengambil momentum Hari Anak Nasional.

“Momentum Hari Anak Nasional menjadi ruang dalam pembinaan, termasuk anak panti asuhan dilibatkan dalam berbagai event. Kita buatkan event, mulai dari olahraga dan seni budaya, kita gali potensi mereka, semua pihak terlibat dalam giat tahunan tersebut,” tutur I Nyoman Artayasa.

Untuk Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), I Nyoman mengatakan, Dinsos Denpasar menyiapkan berbagai fasilitas kerja bagi TKSK Kota Denpasar di setiap kecamatan, seperti motor dinas, komputer dan smartphone, serta berbagai sarana pendukung.

Sementara itu Plt Dinsos Makassar, Iskandar Lewa, menyampaikan, hampir semua strategi yang dilaksanakan oleh Dinsos Denpasar, telah dilaksanakan oleh Makassar. Bahkan, sebut Iskandar Lewa, di Kota Makassar telah ada pelibatan Tim Reaksi Cepat sebagai penanganan tindak lanjut dengan respon cepat.

“Hampir sama penanganan gepeng, bahkan ada perbedaan luas geografis antara Makassar dan Kota Denpasar. Kota Denpasar hanya 4 Kecamatan, sementara Makassar sendiri terdiri dari 15 Kecamatan, namun percepatan penanganannya terbilang berimbang, meskpiun masih ada kekurangan yang perlu kita sempurnakan, salah satunya bagaimana peran anak anak jalanan tersebut bisa mendapat perhatian khusus di beberapa kegiatan nasional,” ucap Iskandar.

Baca Juga:  Rayakan Ulang Tahun Ketiga, Whiz Prime Hotel Hasanuddin Kunjungi Panti Asuhan Tobalu

Tapi Makassar juga, tuturnya, sudah beberapa kali terlibat dalam event nasional untuk anak jalanan, khususnya anak disibilitas, seperti di acara Makassar Internasional Eight Festival and Forum yang menjadi agenda internasional tahunan di Makassar.

Iskandar Lewa menambahkan, saat ini Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, fokus pada pengadaan lahan dan gedung pembinaan yang disebut Lingkungan Pondok Sosial (Liposus).

“Jadi kami sebagai dinas terkait, sementara dalam proses pengadaan lahan dan gedung untuk pembinaan. Ini terus dikontrol langsung oleh bapak Wali Kota, jadi selain penanganan, kami juga fokus kepada ruang pembinaan,” kata Iskandar Lewa.

Di ujung sambutannya, Iskandar Lewa menyampaikan, salah satu fokus Dinsos Makassar saat ini adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program Presiden Joko Widodo. Saat ini target penerima manfaat sedang diverifikasi sejauh mana progres dan manfaat PKH tersebut.

“Alhamdulillah, program Bansos Presiden Joko Widodo di Makassar tahun ini sedang dalam tahap verifikasi, selain sebagai realisasi peraturannya, kami juga sedang melakukan monitoring para pendamping PKH tentang sejauh mana program bapak presiden Joko Widodo tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh para Penerima Keluarga Harapan di Kota Makassar,” pungkasnya.** (IB)

‘PostBanner’/

Comment