by

Bawaslu Sulsel: 15 Camat di Makassar Tidak Terbukti Melanggar UU Pidana Pemilu

Ket. Foto: bawaslu memutuskan tak ada pelanggaran pemilu bagi 15 camat di Makassar/Ist

Smartcitymakassar.com – Makassar. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulsel melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) mengumumkan hasil penyelidikannya terkait dugaan pelanggaran undang-undang pidana Pemilu terhadap 15 Camat di Kota Makassar.

“Kami sudah menyelesaikan pembahasan kedua. Kita mengambil kesimpulan bahwa camat yang diadukan itu tidak terbukti melanggar undang-undang pidana Pemilu,” kata Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi, di Kantor Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani Makassar, Senin (11/3/2019).

Keputusan tersebut diambil, setelah melakukan analisa dan kajian terhadap hasil pemeriksaan dari saksi-saksi pelapor, pihak pemberi keterangan seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, serta 2 orang saksi dari Universitas Airlangga Surabaya yang terdiri atas ahli hukum pidana dan hukum tata negara.

Baca Juga:  MK Izinkan Maju Pilwalkot 2020, Danny Pomanto: Saya Bersyukur

Sekalipun tak melanggar undang-undang pidana Pemilu, kata Arumahi, para camat itu diduga melakukan pelanggaran hukum lainnya. Pihak Bawaslu Sulsel akan mengirim rekomendasi ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). Sebab, ke 15 camat tersebut diduga telah melanggar hukum lain, yakni pelanggaran ASN.

Camat yang diadukan itu diduga melakukan pelanggaran hukum lainnya, bukan hukum Pemilu. Untuk itu kami rekomendasikan ke KASN,” tutup Laode.

Seperti diketahui sebuah video yang viral di Medsos memperlihatkan dukungan ke 15 Camat tersebut ke salah satu paslon Pilpres 2019. (Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment