by

Tripika Kecamatan Tamalate Sepakat Perangi Hoax

(Keterangan: Pemerintah Kecamatan Tamalate menggelar upacara penaikan bendera merah putih bersama unsur Tripika di halaman Kantor Camat Tamalate, Kota Makassar, Senin (11/02) / foto: ist.)

Smartcitymakassar.com, Makassar. Pemerintah Kecamatan Tamalate menggelar upacara penaikan bendera merah putih bersama unsur Tripika di halaman Kantor Camat Tamalate, Kota Makassar, Senin (11/02).

Danramil 1408-09 Tamalate Mayor Rohmad Agus Hidayat, yang bertindak sebagai pembina upacara, dalam sambutannya menyebutkan, Kecamatan Tamalate dengan 11 kelurahan memiliki dinamika sosial kemasyarakatan yang beraneka ragam. Tentu, sambungnya, akan menjadi tantangan tersendiri bagi aparat pemerintah, TNI dan kepolisian.

Mayor Rohmad Agus menambahkan, persoalan sosial kemasyarakatan yang perlu diwaspadai adalah maraknya aksi begal, pencurian, narkoba, asusila, serta penyebaran berita hoax, ujaran kebencian dan, adu domba melalui media sosial.

“Pemerintah TNI, dan kepolisian tentu menjadi garda terdepan untuk mengatasi, dan memerangi dinamika sosial kemasyarakatan yang beraneka ragam tersebut,” tegas Danramil Tamalate ini.

Senada dengan itu, Camat Tamalate Fahyuddin Yusuf, mengatakan, untuk mengatasi dinamika sosial tersebut diperlukan kerjasama dan keterlibatan seluruh stakeholder.

“Untuk itu, saya mengajak kepada aparatur pemerintah, TNI – Polri dan seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kepekaan serta mencermati perkembangan dinamika sosial yang terjadi di wilayah masing-masing,” ucap Fahyuddin mengingatkan.

Baca Juga:  Yuk ke Gammara Hotel, Makan Malam Romantis Bertema Valentine's Day Romantic Dinner

Fahyuddin Yusuf juga mengajak seluruh unsur tripika untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak gampang terprovokasi oleh berbagai berita hoax serta ujaran kebencian.

“Tahun ini adalah tahun politik, untuk itu saya mengajak kepada kita semua untuk bersatu dalam keberagaman pilihan, dan tetap bersatu dalam perbedaan dengan mudah untuk terprovokasi oleh berbagai berita hoax, ujaran kebencian, serta adu domba yang akhir-akhir ini ramai di media sosial,” tutup Fahyuddin.** (IB)

‘PostBanner’/

Comment