by

Komentari Puisi Fadli Zon, Rais Syuriah NU Jombang: Awas Bisa Kualat Lho Ya

Ket. Foto: Nahdlatul Ulama/Ist

Smartcitymakassar.com – Jombang. Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Chaiyi Asmad, angkat bicara mengomentari puisi politisi Partai Gerindra Fadli Zon. Ia mengatakan, puisi yang diduga ditujukan kepada Mbah Maimoen itu dinilai sangat tidak pantas dan bahkan tidak beradab.

“Mbah Moen merupakan panutan banyak umat. Sampai saat ini dawuh-dawuhnya selalu dinanti-nanti berbagai elemen masyarakat. Mbah Moen adalah kiai kharismatik dan kiai sepuh yang menjadi panutan warga NU. Sangat tidak pantas diperlakukan seperti itu. Awas kualat lho ya,” katanya saat mengisi pengajian rutinan Ahad Legi MWCNU Mojowarno, Ahad (10/2/2019) malam di Masjid Al Ikhlas, Catakgayam Selatan, Mojowarno.

Menantu almarhum KH Makki Ma’soem ini lebih jauh memaparkan, para kiai adalah rujukan umat saat menghadapi masalah dalam segala hal. Para ulama katanya, sudah mesti memiliki solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Oleh karena itulah kiai dan ulama harus selalu dimuliakan. Bukan sebaliknya.

Baca Juga:  Denny JA: Data Masuk 77%, Jokowi 54.73%, Prabowo 45.27%

“Selain itu para kiai dan ulama mewakafkan 75% waktunya untuk umat sedangkan hanya 25% untuk dirinya dan keluarganya. Maka dari itu dalam tradisi kita, tradisi NU, Kiai memiliki maqom (tempat) yang tinggi bagi warga NU. Beliau-beliau adalah pewaris para Nabi,” tuturnya. (Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment