by

Video Viral Sebut NU Sama PKI Dukung Nasakom, Ini Penjelasan KH Asad Said Ali

Ket. Foto: KH. Asad Said Ali/Ist

Smartcitymakassar.com – Jakarta. Beredar viral dimedsos, video yang diduga Ahmad Dhani yang berbicara didepan umum soal Nasakom. Dalam video tersebut, Dhani menyinggung NU yang bersama PKI pada waktu itu. Bahkan dikaitkan dengan nasakom baru.

“HTI tidak ada apa apanya dengan Nasakom baru (PDIP, NU dan Komunisme),” kata di video tersebut.

‘FooterBanner’


Menanggapi video tersebut, KH Asad Said Ali melalui akun Facebooknya (link), Kamis (7/2/2019) malam menuliskan bahwa dalam kampanye pemilu 2019 ada pihak yang menganggap NU sama dengan PKI karena 1959 – 1965 NU mendukung Nasakom.

“Tentu saja itu salah. Bersama Masyumi ( 57 kursi dan partai Islam lain) , NU ( 45 kursi ) menolak PKI masuk kabinet dengan alasan pokok PKI menafsirkan Sila pertama Pancasila secara sekuler. Karena terlibat pemberontakan PRRI, Masyumi dibubarkan jadi tinggal Tiga partai besar PNI ( 57 ), NU( 45 ), PKI ( 39),selebihnya partai partai kecil,” tulis Asad.

Asad menjelaskan, setelah dekrit Presiden juli 1959, presiden Sukarno mengeluarkan jargon Nasakom dengan pertimbangan demi persatuan yang ketika itu Indonesia sedang menghadapi pembebasan Irian Barat. Terjadi perdebatan di internal NU, menerima atau menolak. Kalau menolak konsekwensinya, Islam tidak terwakili dalam penyelenggaraan politik kebangsaan dan negara akan didominasi kaum nasionalis dan komunis.

BACA JUGA:  Peringati Maulid Nabi, Pak Dokter Ajak Pemuda dan Masyarakat Bulukumba Pertebal Takwa

“Dengan pertimbangan kaidah fiqh “mencegah kemudlaratan lebih diutama kan daripada menarik manfaat “, maka NU menerima nasakom sebagai taktik. Namun secara strategis NU tetap menentang PKI sehingga menolak partai itu masuk kabinet. Seperti halnya NU , TNI – AD juga patuh keputusan presiden sebagai panglima tertinggi. Akhirnya Bung Karno hanya memasukkan anggota PKI sebagai menteri tanpa porto folio,” jelas Asad.

Asad lanjut menjelaskan, bahwa selama periode 1959 sampai 1965 pertentangan itu berlangsung baik di lapangan maupun dalam forum politik nasional. NU lah yang mempertahankan HMI ketika PKI menuntut pembubaran.

“Ketika terjadi pemberontakan PKI 30 Sept 1965, NU dengan dimotori Subhan ZE adalah pihak yang menuntut pertama kali untuk dibubarkan dan selanjutnya bersama TNI menghadapi PKI dilapangan maupun di medan politik,” jelasnya.

“Tulisan singkat ini semoga bisa menjadi bekal utk menghadapi mereka yang berusaha mendiskreditkan NU. DAPAT DIGARIS BAWAHI NU TIDAK PERNAH MEMBERONTAK ( BUGHOT) . Asad Said Ali.” pungkasnya. (Aan/IP)

‘PostBanner’

Comment