by

Terkait Masalah Sosial dan Kesehatan, Wagub Sulsel: Prioritaskan Stunting dan Bumil

Ket. Foto: Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman memimpin rapat bersama SKPD Dinas Kesehatan dan Sosial Sulsel (RIL/MTH)

Smartcitymakassar.com -Makassar. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melibatkan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengatasi masalah sosial khususnya gizi buruk yang menyebabkan stunting, dan kesehatan ibu hamil. Dua OPD yang dilibatkan adalah Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Provinsi Sulsel.

Untuk menindaklanjuti penanganan masalah-masalah tersebut, Andi Sudirman menggelar rapat di Aula Kantor Dinas Sosial, Selasa (15/1). Rapat turut dihadiri Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Astati Amin.

“Sangat penting sinergitas antara Dinsos dan Dinkes untuk mempercepat penurunan angka gizi buruk,” kata Andi Sudirman.

Ia mengatakan, seharusnya Dinsos memiliki data statistik untuk penderita stunting di 24 kabupaten yang mengalami masalah perihal sosial, kemiskinan, gizi buruk, dan lainnya.

“Data itu nantinya digunakan untuk fokus pada pemberian bantuan agar bisa efisien dan SK monitoring untuk melakukan pemantauan, dan Kasubag Program untuk turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Andi Sudirman menjelaskan, penyebab stunting antara lain yakni ketidaktersediaan makanan, makanan tidak diolah dengan baik, pola asuh, dan lingkungan tempat tinggal yang kurang memadai.

Baca Juga:  Umrah, Jokowi Berkesempatan Masuk dalam Kabah dan Mencium Hajar Aswad

“Untuk itu, kita kerja dan prioritaskan dua kabupaten tertinggi angka grafik stunting, gizi buruk dan perhatikan ibu hamil (Bumil) serta seribu hari kehidupan. Dan
nantinya akan berkembang ke tujuh daerah kabupaten/kota yang masuk daftar prioritas zona data hitam,” jelasnya.

“Kita berharap agar pemerintah provinsi akan masuk bersinergi dengan program kabupaten/kota terkait hal tersebut, serta APBN untuk mengatasi masalah sosial dan kesehatan,” harapnya

Sementara, Kepala Seksi Dinkes Astati Amin, menjelaskan bahwabsudah ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Dinkes untuk menekan angka gizi buruk.

“Salah satu yang kami bentuk adalah Gerakan Masyarakat Peduli Stunting atau Gempita. Dan ini kita maksudkan sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat peduli pada angka penurunan gizi buruk dan stunting ini,” jelasnya. (MTH)

‘PostBanner’/

Comment