by

Fauzy dan Gunya Resmi Jadi Pasangan Suami Istri, Selamat Berbahagia

Ket. Foto: Acara pernikahan Uji dan Gunya (RIL/MTH)

Smartcitymakassar.com -Jakarta. Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) dan istri Liestiaty F Nurdin menghadiri akad nikah pernikahan putranya Fathul Fauzy Nurdin (Uji) di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, di Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta, pada Sabtu siang (12/1). NA dan keluarga menggunakan baju adat Bugis-Makassar.

Uji menikahi gadis pujaannya Gunya Paramasukhaputri yang merupakan putri pasangan Joedardono, S.E. dan Sri Fondaria. Selain itu, di Universitas Bina Nusantara (Binus), Uji dan Gunya seangkatan dan pada jurusan yang sana yaitu Ilmu Komunikasi/Public Relations.

Acara dimulai dengan pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah oleh qori internasional Mustofa Wongsodikromo.

Kemudian pembawa acara menyerahkan acara ke penghulu untuk prosesi selanjutnya yakni akad nikah dengan pengecekan data ijab oleh wali nikah dan kabul oleh calon pengantin pria.

Pasangan ini telah resmi dan sah menjadi suami-istri setelah, wali nikah membacakan ijab dan setelah calon pengantin pria mengucapkan atau melafalkan kabul. Serta saksi yang melakukan persaksian dan mendengar akad pernikahan, yaitu ijab dan mendengar qabul.

Adapun yang bertindak sebagai penghulu adalah Penghulu KUA Kecamatan Tebet Muhammad Zuhri, Saksi nikah dari calon pengantin pria (CPP) MenpanRB Syafruddin, Saksi nikah dari calon pengantin wanita (CPW) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan wali nikah ayah Gunya Joedardono.

Baca Juga:  Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi: Kami Siap Menerima Putusan MK

Adapun pada pernikahan ini mas kawin dan cincin kawin berupa 34,16 gram, uang tunai 88 Riyal dan seperangkat alat solat.

Selanjutnya, penandatangan berkas pencatatan nikah, pengantin pria menuju kamar pengantin wanita didampingi wakil keluarga untuk melakukan ketok pintu atau acara mappasikarawa diiringi gendang paturung.

Uji dan Gunya kemudian kembali masuk keruangan akad nikah, mereka berdua berjalan, uji terlihat begitu gagah dan berwibawa dalam balutan baju adat berwarna hijau, emas dan putih. Demikian juga dengan Gunya terlihat sangat cantik.

Selanjutnya mereka melakukan sungkeman kepada kedua orang tua pengantin. Acara sungkeman diwarnai suasana hari karen ibu dari mempelai wanita telah meninggal.

“Semoga Allah SWT merhidoi Uji dan Gunya menapaki bahtera rumah tangga,” kata Liestiatya F Nurdin.

Untuk nasehat perkawinan dan doa dibawakan oleh Nasaruddin Umar. Dalam nasehatnya, menyampaikan keutamaan menjadi seorang istri dan ibu serta bagaimana mendidik anak.

“Membesarkan anak dalam zona nyaman, itu akan membuat panik jika terjadi kesulitan di masyarakat,” jelas Nasaruddin.

Para hadirin juga disajikan makan dan minum khas Makassar.

Selanjutnya, acara Mapparola atau mengantar mempelai wanita ke tempat keluarga pengantin pria. Sedangkan untuk acara resepsi dilaksanakan sebentar malam di Hotel yang sama. (MTH)

‘PostBanner’/

Comment