by

Alumni 212: Kita Pengajian Akbar Waktu Dibatasi, Ini Arogansi Aparat

Ket. Foto: Alumni 212/Ist

Smartcitymakassar.com – Solo. Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif, menyayangkan acara Tablig Akbar PA 212 di Solo, tak dibolehkan lewat dari pukul 09.00 WIB oleh Satpol PP Pemkot. Menurutnya hal itu membuktikan arogansi aparat.

Meski dilarang, Slamet meminta kepada para jemaah agar tidak takut terhadap tekanan. Ia berharap para jemaah tetap meneguhkan diri untuk berjuang dalam gerakan #2019GantiPresiden pada tanggal 17 April mendatang.

” Kita ngaji ada yang panik, tablig akbar panik, takut ada pengajian akbar. Kita tidak takut. Semakin teguhkan hati perjuangan agar 2019 ganti presiden!” seru Slamet kepada jemaah yang hadir di Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (13/1/2019).

Kasih tahu semua orang yang halangi pengajian pilih atau tinggal? takbir. Sampaikan tetangga, kalau ada kecurangan lawan, ada money politic lawan,” tutup Slamet.

Sementara itu Satpol PP Kota Solo meminta polisi untuk membubarkan paksa acara Tablig Akbar Persaudaraan Alumni 212 di Gladak, Solo, Jawa Tengah, pukul 09.00 WIB, oleh karena acara tersebut tak mengantongi izin dari pihak kepolisian.

Baca Juga:  Batal di Istiqlal, Sujud Syukur Kemenangan Prabowo-Sandi Berlokasi di Jalan Kertanegara

“Sabtu malam koordinasi dengan panitia. Boleh tablig akbar tapi tidak ada panggung. Itu pun sampai pukul 09.00 WIB sesuai giat CFD tiap Minggu. Kalau melebihi batas waktu minta aparat bubarkan acara,” kata Kepala Bidang Ketertibam Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Solo Agus Siswo Riyanto di lokasi, Minggu (13/1/2019).

Agus menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 2013. Acara ini dianggap mengganggu ketertiban apabila melewati batas waktu yakni pukul 09.00 WIB.

“Kota Solo dalam acara ini pegangannya Perda No. 1 Tahun 2013 tentang Perhubungan. Panitia tidak bisa hanya bawa surat pemberitahuan saja. Ini mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” ungkapnya.

“Kita tegas. Karena tidak ada izin dari polisi,” pungkas Agus. (Aan/IP)

‘PostBanner’/

Comment