by

Komitmen Perhatikan kesejahteraan 1.800 Guru Honorer, Danny: "Hak Guru Honorer Harus Terpenuhi"

(Foto: Facebook ‘Danny Pomanto’, 2017)

Smartcitymakassar.com. –Makassar- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berkomitmen memperjuangkan kejelasan nasib 1.800 guru honorer SD dan SMP se-Kota Makassar. 


Komitmen itu disampaikan Wali Kota Danny saat bersilaturahmi bersama 1.800 guru honorer di DP Hall, Jalan Amirullah, Senin (13/02/2017).

“Guru honorer kita segera nikmati insentif dan sertifikasi,” komitmen Danny yang terlahir dari keluarga pendidik.

Besaran insentif yang akan diterima oleh setiap guru honorer disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah kota. Sumbernya berasal dari dana program pendidikan gratis yang selama ini disetorkan pemerintah kota ke pemerintah provinsi.

“Tahun ini, program pendidikan gratis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak lagi bergulir,” kata Kepala Dinas Pendidikan Makassar Ismunandar.

Dana itu akan dialihkan ke insentif bagi guru honorer SD dan SMP yang jumlahnya sekitar 20 miliar Rupiah pertahun. Pengusulannya akan dilakukan Wali Kota Danny pada perubahan anggaran tahun ini. Jika usulan itu diterima oleh DPRD Makassar, maka tahun ini, 1.800 guru honorer Makassar dapat menikmati insentif yang dibayarkan setiap bulannya.

Sementara itu, hak mendapatkan sertifikasi bagi 1.800 guru honorer juga diperjuangkan oleh Wali Kota Danny. Selama ini, guru honorer hanya mengantongi SK Kepala Sekolah, sementara salah satu syarat mendapatkan Sertifikasi adalah memiliki SK Wali Kota.

“Tahun ini akan kita terbitkan SK Wali Kota bagi guru honorer,” kata Wali Kota Danny.

Anggaran sertifikasi bagi guru honorer bersumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Syarat untuk mendapatkan sertifikasi adalah masa pengabdian minimal 4 tahun.

“Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru. Olehnya itu, pemerintah harus memperjuangkan kejelasan nasib bagi 1.800 guru honorer yang sudah mengabdi sekian tahun. Hak guru honorer harus terpenuhi,” tandas Danny.

Ia mengingatkan komitmen pemerintah kota memperjuangkan nasib guru honorer haruslah dibarengi dengan komitmen guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Makassar dua kali tambah baik.* (Ade Ismar Gobel / Muhammad Yushar)
‘PostBanner’

Comment