by

Bumi Panrita Lopi Getarkan DP Hall dengan Shalawat Badar

Foto: Ani 

smartcitymakassar.com – Tak kurang dari seribuan warga yang tergabung dalam Paguyuban Kabupaten Bulukumba (Bumi Panrita Lopi) menggetarkan DP Hall dengan lantunan Shalawat Badar pada Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H yang dirangkaikan dengan Acara Silaturahmi Paguyuban Kabupaten Bulukumba (Bumi Panrita Lopi) Bersama Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Selasa, (20/12/2016).

Shalawat dibimbing oleh Ustad Arifuddin Lewa yang malam itu menyampaikan hikmah Maulid. Sejumlah petinggi lingkup Pemerintah kota (Pemkot) Makassar yang berasal dari Bulukumba nampak mendampingi Wali Kota Danny, diantaranya Asisten II Pemkot Makassar Abd Gani Sirman, dan Asisten IV Pemkot Makassar dr Hadijah Iriani.

‘FooterBanner’


Dalam sambutannya Wali Kota Danny mengingatkan Paguyuban Bumi Panrita Lopi untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Semasa hidupnya Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang tak pernah iri, dengki, sombong, dan berbohong.

Keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi suluh bagi Paguyuban Bumi Panrita Lopi dalam mendukung upaya pemerintah kota mewujudkan Makassar Dua Kali Tambah Baik.

“Kita harus bisa mengambil hikmah dari peringatan Maulid. Setiap peringatan Maulid yang kita jalani tidak dilihat dari banyaknya jumlah jamaah yang hadir, tidak dilihat dari seberapa meriah peringatan yang dilaksanakan tetapi seberapa besar kita mampu mengambil hikmah dari Maulid Nabi Muhammad SAW dengan meneladani akhlak Rasul,” jelas Wali Kota Danny.

Jika seluruh warga Paguyuban Bumi Panrita Lopi mendukung program dan kebijakan pemerintah kota maka meringankan langkah mewujudkan harapan Makassar Dua Kali Tambah Baik.

Orang nomor satu Makassar itu juga berpesan kepada jamaah peringatan Maulid untuk menjadikan Makassar sebagai second home setelah Bulukumba.

Mencintai Makassar sebagaimana rasa cintanya pada kampung halaman, dan bersama – sama pemerintah kota membangun dan memajukan Makassar.

Sementara itu, Ustad Arifuddin Lewa menyebutkan peringatan Maulid digelar di berbagai daerah di Indonesia dengan sebutan yang berbeda – beda. “Di Takalar Maulid disebut Maudu, di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur dikenal dengan istilah Mauludan. Semuanya itu bermakna kelahiran,” jelas Ustad Arifuddin Lewa.

Ia melanjutkan, peringatan Maulid didasarkan pada kecintaan terhadap Rasulullah SAW. Tradisi rebutan telur Maulid sebutnya, sebagai ekspresi kegembiraan memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. (Idris/iskandar Burhan)

‘PostBanner’

Comment