by

Mukhtar Tahir Menyongsong HKSN 2016: Kesetiakawanan Sosial adalah Instrumen Menuju Kesejahteraan Masyarakat

(Foto: Humas Dinas Sosial Kota Makassar, 2016)

Smartcitymakassar.com. –Makassar- Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) diperingati pada tanggal 20 Desember setiap tahun sebagai rasa syukur dan hormat atas keberhasilan seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman bangsa lain yang ingin menjajah kembali bangsa kita.

Peringatan Hari Sosial atau Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tersebut merupakan upaya untuk mengenang, menghayati dan meneladani semangat persatuan, kesatuan, kegotongroyongan dan kekeluargaan rakyat Indonesia yang secara bahu membahu mengatasi permasalahan.

Jiwa dan semangat kebersamaan, kegotongroyongan, kekeluargaan dan kerelaan berkorban tanpa pamrih yang tumbuh di dalam masyarakat tersebut harus dikembangkan, direvitalisasi, didayagunakan dalam kehidupan berbangsa.

Menurut Kadis Sosial yang juga pembina Forum Peduli Sosial (FPS), Mukhtar Tahir, Sabtu (17/12/2016), saat ini bangsa Indonesia masih berhadapan dengan berbagai masalah kesejahteraan sosial yang meliputi kemiskinan, keterlantaran, ketunaan, keterpencilan dan kebencanaan yang jumlahnya tidak kecil. Sementara pemerintah memiliki kemampuan terbatas, sehingga diperlukan peran serta masyarakat.

“Kesetiakawanan sosial masa kini adalah instrumen menuju kesejahteraan masyarakat melalui gerakan peduli dan berbagi oleh, dari dan untuk masyarakat baik sendiri-sendiri maupun secara bersamaan berdasarkan nilai kemanusiaan, kebersamaan, kegotongroyongan dan kekeluargaan yang dilakukan secara terencana, terarah dan dan berkelanjutan menuju terwujudnya Masyarakat Sejahtera”, tegas Mukhtar Tahir.

Ketua Harian Forum Peduli Sosial (FPS), Saharuddin Tadep mengatakan bahwa peringatan HKSN rencana digelar di Lapangan Karebosi yang melibatkan lima belas ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Keluarga Harapan, serta organisasi sosial lainnya. Kegiatan ini akan mengangkat nilai budaya yang dikemas dalam berbagai kegiatan.

Kegiatan tersebut antara lain adalah Pentas Seni Budaya Khas Sulawesi Selatan, Unjuk Aksi KPM, Vokal Group Kaum Disabilitas, Baronsai Kaum Tionghoa, Pameran Usaha Ekonomi Produktif dan KUBE PKH, Show of Force jejaring kerja Dinas Sosial seperti Tagana, TKSK, TRC dan banyak lagi kegiatan lain yang kesemua itu dikemas dalam bingkai bertajuk cinta.

Tema kegiatannya “Merajut Cinta Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat” diharapkan dapat menjadi “alat pengungkit” untuk menggerakkan kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang ada dimasyarakat.

Peringatan Hari Kesetiakawanan sosial Nasioal saat ini dilaksanakan dalam bentuk Gerakan Makassar Setiakawan yang dimaksudkan sebagai upaya mengarahkan percepatan gerakan Makassar Peduli menuju terwujudnya Makassar dua kali tambah baik, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab sosial masyarakat untuk mengkristalisasikan kesetiakawanan sosial serta meningkatkan jumlah masyarakat peduli dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.* (Iskandar Burhan)

‘PostBanner’

Comment