by

Sekkot Makassar Hadiri Rapat Bahas Perubahan Raskin ke Bantuan Pangan.

Ilustrasi Beras Miskin 
Smartcitymakassar.com – Awal Januari 2017, Pemerintah Republik Indonesia akan menyalurkan bantuan pangan non-tunai untuk menggantikan beras untuk Masyarakat Miskim (Raskin). Kebijakan tersebut akan diuji coba di 8 kabupaten dan 20 kelurahan/desa di Indonesia, di antaranya Kota Medan, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Pusat, Kabupaten Bogor, Kabupaten Surakarta, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Makasar

Sekretaris Kota Makassar (Sekkot ) Ibrahim Saleh, yang  mewakili Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menghadiri rapat awal perubahan raskin menjadi bantuan pangan. Rapat ini berlangsung  selama dua hari mulai Selasa (13/9/16) hingga Rabu (14/9/2016), di ruang utama kantor staf presiden gedung Bina Graha Lt 2 Kompleks istana kepresidenan jalan Veteran No 16 Jakarta pusat.

‘FooterBanner’


Rapat yang dihadiri 8  kepala daerah  baik walikota dan bupati  membahas kebijakan Presiden Jokowi dalam mereformasi kesejahteraan masyarakat , khususnya masalah  sistem pembagian beras untuk masyarakat miskin.

Kebijakan pemerintah adalah  pembagian raskin tidak lagi diberikan secara langsung, melainkan  melalui pembagian voucher kepada warga yang tidak mampu. Voucher yang berisikan saldo tersebut selanjutnya ditukar dengan  sembilan bahan pokok. Voucher tersebut nantinya akan ditukar di pasar, toko toko, atau  warung sesuai dengan harga eceran yang berlaku, sehingga masyarakat miskin punya pilihan dalam memenuhi secara merata kebutuhan akan pangannya.

“Warga miskin tidak lagi disubsidi langsung dengan beras, melainkan dengan memberikan  voucher yang akan ditukar dengan sembako seperti beras , telur, minyak dan sembilan bahan pokok lainnya,” kata Ibrahim

Dia melanjutkan, kebijakan pemerintah dalam maratakan gizi warga masyarakat tidak hanya dalam pemenuhan  karbohidrat, tetapi kebutuhan akan Protein sangat perlu  terpenuhi, agar pemenuhan kedua gizi tersebut bisa seimbang.(ade ismar gobel/yushar mustafa)

Comment