by

Menuju Makassar Sebagai Kota Budaya: Sejumlah Data Prestasi Makassar F8

Foto: SmartCity Magazine & Online News and Information®, 2016

Smartcitymakassar.com. –Makassar- Makassar International Eight Festival & Forum 2016, atau lebih dikenal dengan Makassar F8, mencatat sejumlah prestasi. Sejumlah catatan prestasi tersebut terangkum dalam   pidato penutupan Makassar F8 oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Sabtu (10/09/2016), di Anjungan City of Makassar.

Gelaran Makassar F8 berhasil untuk pertama kalinya menyatukan sebanyak 72 penyanyi top daerah Bugis-Makassar dalam satu panggung. Sejumlah seniman besar ataupun seniman muda berbakat Makassar juga dihadirkan, seperti misalnya Iin Joesoef Madjid, Andi Basit atau akrab dipanggil ‘Cucut’, Pak Sis, Mike Turusi, serta Zainal Beta.

Di hari kedua, Jumat (09/09/2016), 10 ikon kuliner Kota Makassar diluncurkan secara resmi. Kesepuluh ikon kuliner, yang diluncurkan oleh Danny Pomanto bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kota Makassar Rusmayani Madjid, dan Ketua TP-PKK Kota Makassar Indira Jusuf Ismail, nantinya akan ‘go international’.

Sehari sebelum pembukaan, saat melakukan ‘press conference’ pada Rabu (07/09/2016), Ketua Panitia Rusmayani Madjid, yang juga Kadis Disparekraf Kota Makassar, menargetkan jumlah pengunjung perhari 10,000 hingga 20,000 orang. Target tersebut terlampaui hingga mendekati lima kali lipat. Hari pertama mencapai 44,538 orang, lalu naik 50,664 orang di hari kedua, dan melonjak hingga 195,372 di hari ketiga atau penutupan.

Keberhasilan Makassar F8, seperti disampaikan Danny, tidak terlepas dari peran delapan kurator yang masing-masing menangani satu tema. Merekalah yang mengembangkan ide-ide dasar yang diberikan oleh Danny menjadi performance yang prestisius.

Danny juga memberikan catatan penting untuk Makassar F8 ini. Menurutnya, Makassar F8 ini adalah momentum penting dimana para seniman, musisi, dan budayawan Bugis Makassar kompak bersatu menghibur pengunjung. Mereka punya komitmen memperkenalkan kekayaan dan potensi seni budaya Makassar kepada dunia.

Upaya ini, menurut Danny dalam pidato penutupan tersebut, untuk mengembangkan Kota Makassar sebagai kota budaya adalah komitmen dan keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam membangun kota ini. “Insya Allah, saya yakin kita bisa mewujudkannya bersama-sama,” tutup Danny. * (Iskandar Burhan)

Comment