by

Membangun Karakter Generasi Muda Lewat Pramuka


smartcitymakassar.com – Gerakan Pramuka yang lahir 55 tahun silam masih relevan hingga saat ini. Seiring dengan perkembangan zaman, Pramuka mengalami re – branding dengan spirit yang diminati kaum muda. Pramuka keren, gembira, asyik, dan menyenangkan.

Sebagai gerakan yang berawal dari kepanduan di tahun 1912, Pramuka menjadi lembaga pendidikan non formal yang melengkapi pendidikan informal dalam keluarga, dan pendidikan formal di sekolah.

‘FooterBanner’


“Pendidikan formal tidaklah cukup untuk  menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter,” sebut Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto pada Peringatan Hari Pramuka ke – 55 Tahun 2016 di Balaikota, Minggu (28/08/2016).

Peran orang tua dalam keluarga sebagai pelaku pendidik dan peran sekolah dalam membentuk karakter generasi muda perlu ditopang dengan lembaga pendidikan non formal semisal Pramuka.

Membangun manusia Indonesia tidak cukup pada sisi pengetahuan saja. Membentuk kaum muda yang memiliki watak yang kuat, berkepribadian tangguh, berbudi pekerti luhur, dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa juga dibutuhkan bangsa ini.

Peran itu dapat dijalankan oleh gerakan Pramuka. “Kaum muda yang berkarakter dan handal yang akan sanggup menghadapi tantangan globalisasi, sanggup menghadapi berbagai persoalan di negeri ini, serta sanggup menatap masa depan yang lebih baik,” ungkap Danny yang juga ketua Mabicab (Majelis Pembimbing Cabang) Gerakan Pramuka Makassar.

Ia menekankan pentingnya pendidikan kepramukaan dalam membentuk karakter kaum muda yang dilaksanakan secara berjenjang dari Kwartir Cabang (kwaecab) hingga Gugus Depan (Gudep).

Perkembangan Gerakan Pramuka di Makassar menunjukkan prestasi yang membanggakan. Pramuka juga terlibat pada kegiatan sosial kemasyarakatan yang mendukung program pemerintah kota. Salah satunya dengan Aksi Bersih Pantai Losari. Sementara dalam bentuk pembinaan diadakan Kemah Bakti Pramuka, dan mengirimkan 40 anggota Kwarcab Makassar mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) 2016 di Cibubur.

Di Cibubur, salah satu program andalan pemerintah kota, LiSA (Lihat Sampah Ambil) menjadi tagline selama perkemahan berlangsung (14 – 21 Agustus 2016).

“Anak – anak kita berhasil menjadi duta yang membanggakan bagi Makassar. Teladan bagi peserta Jamnas lainnya dengan membudayakan hidup bersih bahkan menerapkan pemilahan sampah di lokasi perkemahan Cibubur. Hebat!” Seru Danny bangga.(ade ismar gobel/yushar mustafa)

Comment