by

Gogoso’ Daeng Lima: Dari Pengalaman, Menghasilkan Hidangan Sosial

Foto: Thoha Pacong, Smartcity Magazine & Online News and Information®, 2016

Smartcitymakassar.com. –Makassar- Tempat itu mulai ramai pada awal sore hari, sekitar pukul 3, di saat bersamaan ketika kondisi lalu lintas Jalan A. P. Pettarani  menuju ‘flyover’, biasanya ramai. Tempat tersebut berada di kurang lebih 50-an meter sebelum ‘flyover’ arah ke Selatan.

Menempati trotoar sepanjang 4-5 meter, dengan tenda ditopang oleh bambu, Daeng Lima mengawali jualannya saat awal sore. Tidak lama berselang, pelanggan mulai menepi satu demi satu. Mereka menunggu Daeng Lima menyelesaikan yang ia panggang; gogoso’.

‘FooterBanner’


Tidak butuh lama untuk mengantri. Memang, Daeng Lima telah mengolah bahan mentah gogoso’-nya di rumah. Di tempat jualan, Daeng Lima tinggal memanggangnya di atas bara api. Begitu matang, bahan mentah berikutnya segera dipanggang. Ritme pemanggangan sambung-menyambung hingga menjelang maghrib; ketika jualan ibu tanpa anak ini telah habis.

Kesibukan Ibu berusia sekitar 70-an tahun ini berada di radius 1 meter dari area ‘produksi’ atau tempat pemanggang. Walau tampak sederhana, terlihat kejelian Daeng Lima dalam mengatur irama kesibukan, yakni memanggang dan melayani, di sekitar area ‘produksi’ ini. Pengalaman 40 tahun menjual membuatnya mengerti betul ‘nafas’ usaha ini.

Sentral irama kesibukannya ada di zona radius 1 meter tersebut. Sentralnya adalah bangku dan meja. Sederhana namun jeli. Ada bangku papan di dekat pemanggang. Daeng Lima dapat mengerjakan pemanggangan sambil duduk. Sambil duduk juga di kursi, Ibu yang tinggal di daerah Tamamaung ini sekaligus dapat melayani pelanggan.

Foto: Thoha Pacong, Smartcity Magazine & Online News and Information®, 2016

Bagian penting tempat jualan Daeng Lima adalah meja persegi panjang, sekitar 2 meter panjang dan 60 cm lebar, terbungkus spanduk bekas. Di meja inilah Daeng Lima berinteraksi dengan pelanggannya. Di meja inilah pelanggannya datang silih berganti dalam tempo kurang dari tiga jam. Pelanggan Daeng Lima yang beragam latar belakang disuguhi bagaimana menikmati gogoso’ ketika berdiri di meja ini.

BACA JUGA:  XL Axiata Lanjutkan Program Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit (SVIB)

Di atas meja ada gogoso’ khas Daeng Lima. Ukurannya lebih besar dari gogoso’ yang umum didapatkan di Makassar. Rata-rata panjang gogoso’ Daeng Lima sekitar 20 cm dengan diameter sekitar 5 cm. Dalam kondisi hangat, menyantap satu potong akan mengundang untuk menyantap yang kedua.

Kerenyahannya, rasa ketannya dipadu rasa santan dan garam yang saling memadu, adalah alasan untuk tetap menyantapnya. Rasa ketan yang tidak mendominasi segera memunculkan rasa nikmat. Tidak sekedar mengenyangkan.

Di atas meja juga ada telur asin dan mangga muda jika lagi musimnya. Telur asin adalah ‘teman’ yang paling cocok jika, salah satunya, gogoso’ Daeng Lima dinikmati beramai-ramai. Ada dorongan kuat sensasi untuk segera mengekspresikan rasa asin yang lembut di mulut, selagi menyantap gogoso’, kepada teman di samping duduk. Ada dorongan untuk segera mengekspresikan kehadiran telur asin ini sebelum selesai menyantapna.

Kejelian lain Daeng Lima terlihat dari ‘tawaran’ di mejanya itu. Mangga muda.  Mangga muda bisa berfungsi sebagai perangsang selera. Appetizer. Semacam hidangan pembuka, sebelum menyantap gogoso’.  

Membeli gogoso’ bersama telur asin dan mangga muda sama halnya dengan menyantap hidangan Daeng Lima seraya melepaskan ekspresi kenikmatan menyantapnya. Sehingga, disarankan agar menyantapnya beramai-ramai; bersama keluarga, rekan kantor, atau sahabat misalnya. Memang, Daeng Lima menawarkan serta melayani pelanggannya dari pengalamannya. Gogoso’ Daeng Lima adalah hidangan sosial di Kota Makassar.* (Thoha Pacong)

Comment