by

Danny Yakin, Dari Makassar akan Lahir Dunia Pendidikan yang Revolusioner

Sumber Foto: Humas Pemkot Makassar, 2016



Smartcitymakassar.com. –Makassar- Pendidikan berkualitas adalah pondasi utama kemajuan suatu daerah, sehingga prioritas peningkatan mutu pendidikan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Masa depan kota terletak pada anak-anak yang saat ini tengah menempuh pendidikan. Untuk hal tersebut, Pemkot Makassar berencana melakukan revolusi pendidikan yang bertujuan mendapatkan Sumber Daya Manusia yang unggul.

“Revolusi pendidikan yang digagas ini merupakan tonggak pencerahan dunia pendidikan kota Makassar yang bermuara pada kualitas Sumberdaya Manusia yang unggul. Dari Makassar, kami yakin dunia pendidikan yang revolusioner akan lahir dengan inplementasi 18 poin ini,” ujar Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Rencana besar revolusi pendidikan Makassar ini dipaparkan Wali Kota Makassar ini saat menghadiri acara Workshop Nasional yang bertema “Mewujudkan Pendidikan Gratis Berkualitas di Indonesia: Tantangan dan Peluang Memperkuat Desentralisasi”, Senin (27/6) di Hotel Atlet Century Park, Jakarta.

Di kesempatan tersebut, Danny pun membahas sekaligus memberi jalan keluar terhadap konsep Pendidikan Gratis yang menurutnya memiliki efek negatif dalam definisi bahasa “gratis”. Term “gratis” ini membuat banyak orangtua, yang terbilang mampu untuk menyekolahkan anaknya di swasta, tetap menyekolahkan anaknya di sekolah negeri yang berkualitas demi mengejar yang namanya pendidikan gratis.

“Akibatnya banyak jumlah bangku sekolah yang harus diadakan dan akhirnya perlu penambahan biaya dengan dasar penerbitan iuran komite,” lanjutnya. Menjawab hal ini, Pemkot Makassar telah melakukan upaya mengganti iuran komite tersebut dengan SSPB (Sumbangan sukarela pendidikan berkualitas) yang tidak hanya melibatkan orangtua murid namun juga pelibatan alumni sekolah dimaksud.

Secara lengkap, keseluruhan 18 poin dari Revolusi Pendidikan Pemkot Makassar adalah: (1) Semua anak bisa sekolah, (2) Semua adiwiyata (MTR), (3) Semua bebas nafza, (4) Sekolah 9 tahun, (5) 100 sekolah bintang lima, (6) Satu sekolah 1 SMARTLIBRARY, (7) Satu sekolah 2 guru INOVATOR, (8) Satu sekolah 5 SUPERSTUDENT, (9) Satu sekolah 2 SMARTCLASS, (10) Satu sekolah 1 SUPERINOVASI, (11) Satu sekolah 5 GANGDEBAT, (12) Satu anak 1 tari, (13) Satu anak 1 bakat, (14) Satu anak 1 olahraga, (15) Satu anak 3 tanaman, (16) Festival bakat, (17) Olimpiade sekolah, (18) Liga debat.* (Iskandar Burhan)

Comment